News

Di Bojonegoro Ketua RT dan Warga Dibacok Saat Sholat Subuh, Motifnya Dendam Masalah Tanah di Jadikan Jalan Desa

×

Di Bojonegoro Ketua RT dan Warga Dibacok Saat Sholat Subuh, Motifnya Dendam Masalah Tanah di Jadikan Jalan Desa

Sebarkan artikel ini
pembunuhan bojonegoro
Warga memberikan pertolongan kepada korban usah dibacok di dalam mushola dan penampakan mushola Al Manar. foto istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Istilah Sadumuk bathuk sanyari bumi, sebuah ungkapan bahasa Jawa yang berarti sekejap dahi (sebagai tanda kehormatan) dan sejengkal tanah (sebagai harga diri) itu ternyata benar adanya.

Oleh karena itu, ini menjadi pelajaran kita semua agar berhati-hati dan seadil-adilnya dalam menyelesaikan sengketa tanah, karena menyangkut harga diri.

Hal ini seperti yang terjadi di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terkait peristiwa pembunuhan dialami seorang ketua RT di desa itu.

Korban diketahui bernama Abdul Aziz ketua RT 005/RW 002 meninggal dunia dan dua orang luka-lua istri korban Arik Wijayanti (60) dan seorang tetanggal lainnya H Cipto Rahayu (63).

Ketiganya menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri berinisial SJT (67), saat korban sedang menjalankan sholat subuh di mushola Al-Manar di dekat rumahnya, Selasa (29/4/2025) pagi.

Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan jika motifdari pembunuhan ini terkait dendam dari pelaku terkait tanah milik pelaku yang dijadikan jalan desa oleh ketua RT kampung setempat.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono mengatakan dari hasil penyelidikan awal motifnya seperti itu diduga dendam dan marah kepada ketua RT di kampung itu.

Dari hasil pemeriksaan sementara ketua RT menjadi sasaran awal aksi pembacokan, namun untuk korban lainnya hingga saat ini polisi masih terus mendalaminya.

Saat itu korban gelap mata dan ketua RT menjadi sasaran kemarahan dan dendam korban sementara luka yang dialami istrinya lantara menolong korban hingga terkena sabetan bacok.

“Kita belum tahu, satu lagi ini kenapa, motifnya apa, untuk itu kami masih terus mendalaminya,” kata AKP Bayu Adjie kepada wartawan di Bojonegoro.

Saat ini pelaku telah diamankan di ruang tahanan Polres Bojonegoro, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih dalam lagi.

Peristiwa pembacokan itu sendiri terjadi di Mushola Al Manar, Kedungadem, Kabupaten Bojoengoro Selasa (29/4/2024) pukul 04:00 WIB.

Saat itu jemaah sholat Subuh mulai berdatangan untuk melaksanakan sholat di mushola Al-Manar sementara pelaku SJT menunggu di dekat mushola sambil membawa senjata parang.

Sementara Abdul Aziz tiba di Mushola Al Manar datang paling akhir, kemudian korban langsung menjalankan sholah subuh berjamaah.

Saal sholat Subuh berlangsung tiba-tiba pelaku SJT memasuki mushola dan langsung membacok korban Abdul Aziz di bagian kepalanya, hingga akhirnya meninggal di tempat kejadian.

Setelah membacok korban pelaku menuju H Cipto Rahayu dan membacok kepala dan tangan, sementara istri korban Arik Wijayanti berusaha menolongnya juga terkena bacokan pelaku hingga melukai kepala dan tangan.

Menurut petugas kepolisian sementara motif pelaku adalah karena dendam kepada korban lantara tanahnya dijadikan jalan desa oleh ketua RT setempat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *