KITAINDONESIASATU.COM – Selain menawarkan keindahan alam seperti Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau juga memiliki kekayaan budaya yang menarik untuk dijelajahi.
Salah satunya adalah Upacara Adat Gunung Tabur, atau dikenal sebagai “Menguati Banua,” yang digelar sekali setahun di Istana Gunung Tabur.
Meski hanya berlangsung sehari, acara ini selalu berhasil menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan.
Tujuan utama dari upacara ini adalah untuk mengusir kesialan dan memohon perlindungan dari bencana.
Suasana Selama Upacara
Dalam prosesi Menguati Banua, seorang pemimpin upacara memimpin doa bersama di hadapan masyarakat yang berkumpul di istana, termasuk para wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi ini.
Doa yang dipanjatkan bertujuan memohon keberuntungan, kesehatan, dan keselamatan desa dari marabahaya.
Selain sebagai peristiwa adat, upacara ini juga menjadi daya tarik budaya yang semakin menarik minat wisatawan.
Meski sakral, wisatawan, termasuk turis asing, diperbolehkan mengikuti upacara asalkan menaati adat setempat.
Menguati Banua kental dengan nuansa Islam, di mana doa-doa dipanjatkan kepada Allah untuk kesehatan dan perlindungan dari segala musibah.
Beberapa menyamakan tradisi ini dengan Buang Naas dari Suku Bajau, walaupun keduanya memiliki perbedaan dalam pelaksanaan.
Salah satu ritual penting adalah membawa air yang telah didoakan ke sungai terdekat untuk dibuang, sebagai simbol pembersihan dari segala keburukan.
Sebagian besar doa dilakukan di masjid tua di Gunung Tabur.
Wisatawan diperbolehkan mendokumentasikan prosesi ini, asalkan sudah mendapat izin dari warga.
Selain menyaksikan upacara, pengunjung dapat mencicipi kuliner khas seperti Buras, serta hidangan lain seperti Talinga Sagayi, Satu, Rangai, dan Kajajanga.
Wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan tari tradisional Suku Dayak, seperti Tari Kancet.
Akses Menuju Lokasi
Wisatawan dapat terbang ke Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb, lalu melanjutkan perjalanan ke Gunung Tabur menggunakan transportasi lokal.-***


