KITAINDONESIASATU.COM – Ulkus diabetikum sering dialami oleh penderita diabetes dan ditandai dengan luka pada kaki yang mengeluarkan cairan beraroma tak sedap.
Kondisi ini merupakan komplikasi diabetes yang serius dan membutuhkan penanganan cepat.
Penyebabnya adalah kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.
Ini bisa menyebabkan luka pada bagian depan telapak kaki. Dalam kasus yang lebih parah, kemungkinan amputasi bisa saja dilakukan.
BACA JUGA: Tips Mengontrol Asupan Gula untuk Penderita Diabetes
Sirkulasi darah yang buruk juga menjadi faktor penting yang menyebabkan ulkus diabetikum, karena aliran darah yang tidak optimal ke kaki dapat memperlambat penyembuhan luka.
Kadar glukosa yang tinggi menyebabkan kerusakan saraf, membuat kaki mati rasa, sehingga luka kecil seperti lecet bisa berkembang menjadi ulkus diabetikum.
Faktor risiko lainnya meliputi gangguan bentuk kaki seperti bunion, kapalan, gangguan penglihatan, obesitas, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Setiap penderita diabetes berisiko mengalami ulkus diabetikum, namun pria lanjut usia memiliki risiko yang lebih tinggi.
Pengobatannya melibatkan pengendalian gula darah, tekanan darah, dan kolesterol melalui pola hidup sehat dan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.
Gula darah yang terkontrol sangat penting untuk mendukung penyembuhan serta mencegah komplikasi lain seperti gagal ginjal atau kerusakan retina.
Dokter juga akan melakukan perawatan seperti membalut luka dengan perban yang diganti secara rutin, meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi, serta antiplatelet untuk memperbaiki aliran darah.
Prosedur debridement, yang melibatkan pengangkatan jaringan mati, serta terapi oksigen hiperbarik untuk meningkatkan aliran darah juga mungkin diperlukan. Penggunaan alas kaki khusus dan alat bantu seperti tongkat atau kursi roda bisa disarankan untuk mengurangi tekanan pada kaki.
Pencegahan ulkus diabetikum dapat dilakukan dengan rutin memeriksa kaki, menjaga kebersihan kaki, memotong kuku secara teratur, dan menggunakan sepatu yang nyaman.
Menjaga kadar gula darah dalam batas normal, mengikuti pola makan yang dianjurkan, dan memeriksakan diri secara rutin ke dokter juga penting untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Jika tanda-tanda ulkus diabetikum muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.- ***



Respon (1)