KITAINDONESIASATU.COM – Dampak kekeringan akibat musim kemarau yang melanda sebagian wilayah ei Kabupaten Bekasi sudah dirasakan oleh para petani sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Bekasi saat ini berada pada status tanggap darurat bencana kekeringan setelah sebelumnya berada pada level siaga darurat bencana kekeringan.
Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dedy Supriyadi mengatakan, upaya tanggap darurat bencana kekeringan dimulai sejak tanggal 30 Agustus hingga tanggal 12 September 2024 mendatang dengan prioritas beberapa pencapaian yang telah menjadi rencana kerja dalam masa tanggap darurat bencana kekeringan.
“Terutama untuk area-area persawahan yang kering, Alhamdulillah hari ini kita mulai dan ini memakan waktu dari tanggal 30 Agustus sampai 12 September 2024, mudah-mudahan ini bisa tercapai, ini semua kita kerahkan segala daya upaya dan potensi yang ada, dan tentunya dukungan Forkopimda yang sangat besar,” jelas Dedy usai memimpin apel tanggap darurat bencana kekeringan di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Sabtu (31/8/24).
Menurutnya, selain kekeringan melanda lahan pertanian atau persawahan milik para petani di 8 wilayah Kecamatan, juga berdampak pada pemenuhan air bersih di 7 wilayah Kecamatan, diantaranya Bojongmangu, Muaragembong, Sukawangi, dan beberapa Kecamatan lainnya.

