KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah studi internasional yang melibatkan lebih dari 420.000 peserta menunjukkan bahwa kebiasaan berjalan cepat dapat secara signifikan menurunkan risiko aritmia jantung dan berbagai penyakit kronis lainnya.
Penelitian ini dilakukan oleh kolaborasi peneliti dari University of Glasgow (Inggris), Universidad Católica del Maule, Universidad Arturo Prat (Chili), dan University of Queensland (Australia).
Mereka menemukan bahwa kecepatan berjalan memiliki kaitan langsung dengan kesehatan jantung jangka panjang.
Menurut laporan dari News-Medical, aritmia—terutama fibrilasi atrium—merupakan kondisi umum yang jumlah kasusnya meningkat drastis, mencapai hampir 60 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2019.
Gangguan irama jantung ini dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular, kematian mendadak, dan kecacatan permanen.
Data penelitian diambil dari UK Biobank dan melibatkan partisipan dengan usia rata-rata 55 tahun, yang dilacak selama 13 tahun. Mereka dikategorikan dalam tiga kelompok:
Berjalan lambat: < 4,83 km/jam
Berjalan sedang: 4,83–6,44 km/jam
Berjalan cepat: > 6,44 km/jam
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang berjalan cepat mengalami:




