KITAINDONESIASATU.COM – Infeksi Zika pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan serius pada janin, termasuk mikrosefalus, kondisi bawaan di mana ukuran kepala bayi lebih kecil karena otak tidak berkembang sempurna.
Virus ini juga berisiko menimbulkan kelainan tumbuh kembang, gangguan penglihatan, pendengaran, dan bahkan sindrom Guillain-Barré, meskipun jarang terjadi.
Zika ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes serta bisa menyebar melalui hubungan seksual, darah, urine, dan air liur.
Gejalanya ringan dan bisa mencakup demam, ruam, nyeri sendi dan otot, mata merah, sakit kepala, dan kelelahan, namun berbahaya bila menyerang wanita hamil, terutama di trimester awal.
Pencegahan infeksi Zika bagi ibu hamil meliputi:
Menghindari daerah yang terkena wabah Zika
Menggunakan pakaian tertutup, kelambu, dan obat antinyamuk
Menjaga perilaku seksual yang aman
Melakukan gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang)
Jika sedang hamil dan mengalami gejala Zika atau baru pulang dari daerah wabah, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, urine, USG, atau amniosentesis.
Penanganan hanya bersifat meredakan gejala, jadi pencegahan menjadi kunci utama.-***




