KITAINDONESIASATU.COM – Cyberbullying adalah bentuk perundungan yang terjadi melalui teknologi digital, media sosial, pesan teks, dan platform game.
Sama seperti bullying lainnya, tujuannya adalah untuk mengintimidasi, melecehkan, menakut-nakuti, atau mempermalukan korban. Namun, dampak dari cyberbullying bisa lebih parah karena dapat dilakukan secara massal, anonim, dan jejak digitalnya sulit dihapus.
Dengan semakin banyaknya pengguna teknologi digital, kasus ini juga meningkat, sehingga penting untuk memahami bentuk-bentuknya, dampaknya, dan cara mengatasinya.
Bentuk yang umum cyberbullying adalah menyebarkan berita bohong atau fitnah, memposting foto atau video yang memalukan, mengirim pesan kasar, mengancam, atau mengirim pesan kebencian atas nama korban. Tindakan ini dianggap sebagai perundungan jika dilakukan secara berulang dan bertujuan untuk menyakiti korban. Setiap tindakan ini dapat dilaporkan ke pihak berwajib.
BACA JUGA: Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental
Dampak cyberbullying mencakup dampak emosional, kesehatan mental, dan kesehatan fisik. Dampak emosional meliputi perasaan malu, takut, khawatir, terhina, dikucilkan, atau marah. Ini dapat menyebabkan perubahan perilaku seperti kehilangan minat, mengisolasi diri, dan penurunan prestasi. Penelitian menunjukkan bahwa korban cyberbullying lebih berisiko mengonsumsi alkohol dan narkoba.
Dampak pada kesehatan fisik termasuk gangguan pencernaan, gangguan makan, dan gangguan tidur, yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius.
Pertimbangkan dengan matang sebelum membagikan informasi pribadi, seperti data diri, foto, atau video secara online. Simpan bukti cyberbullying yang kamu alami untuk dilaporkan kepada pihak berwenang jika diperlukan.
Untuk mengatasi cyberbullying, korban disarankan untuk berbicara dengan orang terpercaya, memblokir pelaku, menghindari merespons, dan menjaga keamanan digital.
Namun, jika setelah mencoba langkah-langkah tersebut kamu masih merasa kewalahan atau dampak yang dirasakan semakin memburuk, jangan ragu untuk menghubungi psikolog untuk mendapatkan bantuan.- ***




