Berita Utama

Viral Video Megawati Zebua Cekcok dengan Pramugari Wings Air: Begini Kronologi dan Respons Partai Golkar

×

Viral Video Megawati Zebua Cekcok dengan Pramugari Wings Air: Begini Kronologi dan Respons Partai Golkar

Sebarkan artikel ini
Viral Video Megawati Zebua Cekcok

KITAINDONESIASATU.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video keributan di dalam sebuah pesawat komersial. Dalam video berdurasi sekitar 50 detik yang viral pada Selasa (15/4), tampak seorang penumpang perempuan terlibat adu mulut hingga mendorong dan mencekik seorang pramugari berbaju merah. Belakangan diketahui, perempuan itu adalah anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Megawati Zebua.

Insiden ini sontak memicu kemarahan publik dan menjadi sorotan berbagai pihak. Netizen mempertanyakan etika dan perilaku wakil rakyat di ruang publik, terlebih ketika insiden tersebut terekam jelas dan tersebar luas.

Kronologi Keributan di Dalam Pesawat

Video yang beredar di platform seperti X (dulu Twitter), TikTok, dan Instagram memperlihatkan Megawati Zebua tengah bersitegang dengan seorang pramugari. Awalnya, keduanya terlibat adu mulut. Belum jelas apa pemicu pertengkaran tersebut, namun tensi percakapan meningkat dengan cepat.

Dalam video tersebut, Megawati terdengar berkata dengan nada tinggi, “Awas kau, aku mau duduk, udah selesai. Kau yang memperpanjang.” Tak hanya bersuara keras, ia tampak mendekati pramugari, lalu secara tiba-tiba mencengkeram dan hampir mencekik leher sang pramugari. Ia juga tampak mendorong tubuh pramugari tersebut beberapa kali.

Seorang pria berbaju hitam yang berada di belakang pramugari kemudian berusaha melerai dan menenangkan situasi. Setelahnya, Megawati terlihat menelepon seseorang, tetapi tidak terdengar jelas isi percakapannya. Keributan pun sempat menarik perhatian penumpang lain di dalam kabin.

Identitas Maskapai Wings Air

Berdasarkan seragam yang dikenakan oleh pramugari tersebut, insiden ini terjadi di dalam pesawat milik Wings Air, anak perusahaan dari Lion Air Group yang melayani rute-rute penerbangan domestik di Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, pihak Wings Air belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Netizen pun mendesak maskapai untuk segera memberikan klarifikasi dan langkah tegas atas perlakuan kasar terhadap awak kabin yang sedang menjalankan tugasnya.

Konfirmasi Identitas Megawati Zebua

Ketua Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah, saat dikonfirmasi oleh media, membenarkan bahwa perempuan dalam video tersebut adalah Megawati Zebua, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar. “Iya benar,” ujarnya singkat.

Namun, Musa mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab utama dari insiden tersebut. “Saya lagi di Jakarta, belum ketemu beliau,” ucap Musa saat ditanya lebih lanjut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari DPD Golkar Sumut terkait apakah akan ada tindakan disiplin atau sanksi partai terhadap Megawati.

Respons Megawati Zebua “Saya Sedang Rapat Paripurna”

Ketika dimintai konfirmasi oleh awak media, Megawati Zebua belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai insiden di pesawat tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya sedang berada dalam rapat paripurna HUT Provinsi Sumatera Utara di Gedung DPRD Sumut.

“Maaf ya, saya sedang rapat paripurna,” ujar Megawati singkat melalui sambungan telepon.

Sikap irit bicara dari Megawati ini justru menambah tanda tanya publik. Banyak warganet menuntut adanya klarifikasi langsung, termasuk permintaan maaf terbuka kepada pihak pramugari dan maskapai, bila memang terbukti melakukan penganiayaan.

Reaksi Netizen: Kecaman dan Desakan Pemecatan

Di media sosial, tagar seperti #MegawatiZebua, #PramugariWingsAir, dan #GolkarHarusTegas menjadi trending topik. Banyak warganet mengecam tindakan Megawati yang dianggap arogan dan mencoreng nama lembaga legislatif.

Sejumlah komentar bernada keras seperti:

“Perlu ada tindakan tegas dari Golkar. Jangan biarkan wakil rakyat bertindak sewenang-wenang!”
“Pramugari itu sedang bekerja, bukan tempat pelampiasan emosi.”
“Baru kali ini lihat anggota DPRD cekik pramugari di kabin. Malu-maluin banget!”

Ada juga netizen yang mempertanyakan bagaimana proses hukum akan berjalan jika pelaku adalah pejabat publik. Beberapa kalangan menuntut agar aparat penegak hukum segera memproses dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap awak kabin.

Perspektif Hukum Apakah Bisa Diproses Pidana?

Menurut Pasal 352 KUHP, penganiayaan ringan bisa dikenakan hukuman pidana, meskipun tanpa menyebabkan luka serius. Bahkan, dalam konteks penerbangan, penyerangan terhadap awak kabin bisa dikenakan pasal khusus karena menyangkut keselamatan dan ketertiban di dalam pesawat.

Pakar hukum pidana, Dr. Arifin Siregar, menjelaskan, “Meski hanya berupa dorongan atau cekikan ringan, perbuatan tersebut tetap bisa dikategorikan sebagai penganiayaan. Apalagi jika dilakukan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas.”

Ia juga menambahkan bahwa dalam dunia penerbangan, awak kabin memiliki posisi penting untuk menjaga keselamatan penumpang. Gangguan terhadap mereka bukan hal sepele.

Desakan Evaluasi Etika dan Sikap Wakil Rakyat

Peristiwa ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pejabat publik di ruang publik. Pengamat politik, Lely Arista, mengatakan bahwa insiden seperti ini mencerminkan pentingnya evaluasi mendalam terhadap etika dan perilaku pejabat negara.

“Anggota dewan seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Apalagi ketika mereka berada di ruang publik, setiap tindakan akan menjadi sorotan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya lembaga seperti Badan Kehormatan DPRD Sumut untuk segera menyelidiki dan mengambil langkah konkret.

Penutup: Menanti Kejelasan dan Tanggung Jawab

Hingga kini, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari berbagai pihak yang terlibat: Megawati Zebua, Partai Golkar, serta pihak Wings Air. Apakah insiden ini akan berakhir dengan permintaan maaf, ataukah akan berlanjut ke ranah hukum?

Satu hal yang pasti, video ini telah membuka mata masyarakat tentang pentingnya akuntabilitas pejabat publik di mana pun mereka berada. Dan di era digital seperti sekarang, satu rekaman pendek bisa berdampak panjang terhadap reputasi dan kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *