KITAINDONESIASATU.COM – Penggiat media sosial (medsos) sedang heboh. Pasalnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut seorang pengamat sebagai “musuh negara” dan menyatakan bahwa berkas hukum pengamat tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Hal tersebut disampaikan Mentan dalam sebuah acara di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin (14/4/2025), Amran menyatakan bahwa pengamat yang tidak disebutkan namanya itu akan segera dipenjara.
“Maaf karena ada juga pengamat ternyata adalah musuh negara. Sebentar lagi, maaf pak rektor dan guru besar, sebentar lagi kemungkinan besar dipenjara. Dia bagian dari masalah di republik ini,” ujar Amran, seperti dikutip dari rekaman video yang beredar, Selasa (15/4/2025).
Namun Mentan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas pengamat tersebut maupun dasar hukum atas pernyataannya. Ia menekankan bahwa langkah hukum ini diambil bukan atas inisiatif pribadinya, melainkan atas permintaan negara dan masyarakat. Amran hanya menyebutkan bahwa pengamat itu berasal dari salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, namun bukan dari UNS.
Pernyataan kontroversial ini langsung menuai beragam reaksi dari kalangan pengamat, aktivis, dan warganet. Banyak yang menyayangkan sikap Mentan yang dinilai mengancam kebebasan berpendapat dan mengingatkan pada praktik represif di masa lalu.
Beberapa warganet bahkan mengaitkan pernyataan Amran dengan era Orde Baru, di mana kritik terhadap pemerintah sering kali dianggap sebagai tindakan subversif.
Sejumlah pengamat menyayangkan pernyataan Mentan tersebut. Mereka menekankan pentingnya kritik yang konstruktif dalam sebuah negara demokrasi dan meminta agar pemerintah tidak alergi terhadap perbedaan pendapat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pengamat yang dimaksud maupun perkembangan kasusnya di aparat penegak hukum. Publik menanti klarifikasi lebih lanjut dari Menteri Pertanian terkait pernyataannya yang mengundang polemik ini.(*)

