KITAINDONESIASATU.COM – Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid atau dikenal dengan Habib Sholeh Tanggul. Beliau merupakan Wali Qutb atau gelar tertinggi dalam tingkat kewalian. Pada Sabtu dan Ahad ini, 12-13 April 2025 atau 13-14 Syawal 1446 H adalah haul beliau yang ke-48, diperingati setiap tahunnya.
Habib Sholeh Tanggul merupakan sosok ulama yang dermawan dan memiliki banyak karamah atau anugerah di luar akal manusia, dan ini biasanya terjadi pada seorang wali.
Habib Sholeh Tanggul dilahirkan di desa Wadi ‘Amd, Hadramaut, Yaman pada 17 Jumadil awal 1313 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1895 Masehi.
Awal mendapat ilmu agama diajarkan oleh ayahnya, yakni di bidang ilmu fiqih dan tasawuf. Ayah beliau bernama Habib Muhsin bin Ahmad al-Hamid, sedangkan Al-Qur’an ia pelajari dari Syekh Saíd Ba Mudhij, ulama kenamaan Wadi ‘Amd.
Pada usia 26 tahun atau 1921 M, beliau memutsukan hijrah ke Indonesia besama Syekh Fadhli Sholeh Salim bin Ahmad al-Asykari. Beliau sempat singgah di Gujarat, India, hingga akhirnya berlabuh di Jakarta.
Di Jakarta, sempat tinggal beberapa hari dan berkeliling mengunjungi para ulama sampai sepupunya yang bernama Habib Muhsin bin Abdullah al-Hamid yang telah lebih dulu berhijrah meminta Habib Sholeh untuk mengunjungi kediamannya di Lumajang.
Di Lumajang, beliau berdakwan berkeliling desa hingga 12 tahun lamanya hingga akhirnya menetap di Tanggul. Sebelum menjadi pendakwah di daerah Tanggul, beliau sempat melaksankana ‘uzlah/khalwat atau aktivitas menyepi/mengurung diri dengan beribadah sampai lebih dari 3 tahun lamanya.
Seorang ulama terkemuka yang berdomisi di Gresik, yakni Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf memerintahkan Habib Sholeh untuk mengakhiri masa khalwat dan memintanya datang ke Gresik.
Di Gresik, Habib Sholeh Tanggunl mendapat mandat dan ijazah dipakaikan jubah imamah dan sorban hijau sebagai penanda status kewalian quthb yang diembannya, dan sekaligus meminta Habib Sholeh untuk segera menunaikan ibadah haji.
Selang beberapa tahun, pengusaha yang bernama Haji Abdul Rasyid memberikan sebidang tanah kepada Habib Sholeh, yang tanah tersebut dibangun masjid yang bernama Masjid Riyadus Shalihin.
Habib Sholeh wafat pada 8 Syawal 1396 H atau bertepatan pada tahun 1976 M. Ia dikebumikan keesokan harinya setelah sholat Dzuhur di kompleks Masjid Riyadhus Sholihin Tanggul, Jember.
Karamah Habih Sholeh Tanggul
Salah satu karamah Habib Sholeh Tanggung adalah menyingkirkan wabah memastikan di sebuah desa. Wabah tersebut hlang setelah orang-orang desa meminum air danau yang telah dicelupkan sebuah kertas yang berisi tulisan Habib.
Habib Sholeh Tanggul juga memiliki sumur keramat di Lumajang yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit. Selain itu, ada pula riwayat yang menyatakan bahwa Habib Sholeh pernah bertemu dengan Nabi Khidir dalam wujud seorang pengemis.
Sejak itu, kediaman Habib Sholeh tidak pernah sepi dikunjungi oleh orang yang ingin bersilaturahmi dan meminta doa. (*)




