KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Batee, yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Besar, bisa menjadi pilihan menarik untuk liburan Anda berikutnya di Indonesia.
Nama “Batee” berarti “batu”, terinspirasi dari batu nisan bersejarah hasil karya seniman lokal di masa kerajaan kuno.
Konon, pulau ini dulunya milik pribadi, namun kini menjadi destinasi tenang yang cocok untuk liburan santai, baik sendirian maupun bersama keluarga.
Lokasinya terletak di bagian timur Pulau Sumatra, berdekatan dengan Pulau Nasi dan Pulau Bunta.
Pulau Batee tak berpenghuni, menciptakan suasana tenang dengan alam yang masih sangat alami. Luasnya sekitar 70-100 hektar. Menurut masyarakat setempat, pulau ini pernah dimiliki oleh Teuku Teungoh Meuraxa sebelum diwariskan kepada warga.
Pantai yang indah dan hutan yang rimbun menjadikannya salah satu daya tarik alam Provinsi Aceh.
Sesampainya di pulau, wisatawan akan disambut panorama alam tanpa bangunan permanen.
Pantai menjadi spot favorit, terutama untuk melihat sarang penyu, dan jika beruntung, menyaksikan proses bertelur.
Selain itu, pulau ini dihuni oleh satwa liar seperti burung lokal, monyet, hingga babi hutan. Hal ini menjadikan Pulau Batee sebagai cagar alam dan tujuan wisata potensial.
Pulau ini juga memiliki padang rumput yang menyuguhkan panorama laut yang menyejukkan, cocok untuk bersantai menikmati angin.
Aktivitas memancing bisa jadi pilihan seru, termasuk berburu gurita kecil dan lobster. Karena minim fasilitas, disarankan membawa air minum, perbekalan, dan alat pancing sendiri sebelum berangkat.
Dari Banda Aceh, wisatawan dapat menuju Aceh Besar dengan jarak sekitar 31 km atau sekitar satu jam perjalanan.
Selanjutnya, dari Pelabuhan Ulee Lheu, diperlukan waktu sekitar dua jam menyeberang dengan perahu menuju Pulau Batee.-***



