KITAINDONESIASATU.COM – Wilayah Blitar pada Lebaran 2025 ini diliputi terjadinya sejumlah ledakan petasan yang menewaskan seorang santri asal Ponorogo dan melukai 6 orang, Rabu (2/3/2025).
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Desa Pasiharjo, Talun, Kabupaten Blitar terjadi menjelang Lebaran 2025 pada 25 Maret 2025 pukul 21:30 WIB.
Dalam peristiwa ini menewaskan sorang santri asal Ponorogo bernisial AA (19) pelajar warga Desa Campursari, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo meninggal dunia di tempat kejadian.
Dalam kecelakaan itu korban naik sepeda motor bersenggolan dengan pengendara sepeda dan korban jatuh terlihat adanya ledakan, diketahui korban membawa bubuk petasan hingga meledak saat korban terjatuh dari sepeda motornya.
Sementara kejadian kedua terjadi sehari menjelang Lebaran 2025, Minggu, 30 Maret 2025 pada pukul 02:30 WIB, terjadi ledakan di Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Blitar.
Dalam peristiwa ini terlihat dua remaja berinisial Mr (16) dan AP (15) meracik petasan kemudian meledak dan keduanya mengalami luka bakar serius.
Kemudian peristiwa ketiga terjadi pada Senin (31/3/2025) pada pukul 00:00 WIB, terjadi ledakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Blitar hingga melukai 4 remaja yakni Hw (14), Nf (16) Mn (16) dan As (13).
Ledakan terjadi juga pada aktivitas yang sama yakni saat meracik bubuk mercon di rumah hinggga terjadi ledakan keras yang menghancurkan rumah mereka.
Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi mengungkapkan saat ini pihaknya sedang menyelidiki berbagai kasus ledakan petasan yang dilakukan oleh anak-anak muda di Blitar.
Untuk itu ia menghimbau agar masyarakat tidak bermain-main dengan bahan peledak seperti bubuk petasan yang sangat membahayakan keselamatan kita semua.
Ia berharap agar anak-anak remaja tidak lagi mencoba meracik bubuk petasan untuk membuat mercon, yang memiliki risiko tinggi, dengan terjadinya ledakan yang membahayakan keselamatan jiwa. **

