Lifestyle

5 Keutamaan Puasa Syawal Menurut Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali

×

5 Keutamaan Puasa Syawal Menurut Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali

Sebarkan artikel ini
malam lailatul qadar
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Bulan Ramadan telalu berlalu, dan kini memasuki bulan Syawal. Kemudian di bulan Syawal ini dilanjutkan dengan ibadah puasa selama enam hari, guna mengikuti sunnah yang dilakukan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam berpuasa enam hari yang pahalanya setara berpuasa selama satu tahun.

 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 

Artinya, “Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim). 

Berikut lima keutamaan puasa Syawal menurut Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali:

  1. Penyempurna Puasa Ramadan

Puasa Syawal disebut sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi yang menjelaskan bahwa amalan pertama yang dihisab adalah sholat, dan jika terdapat kekurangan, amalan sunnah akan menyempurnakannya. Hal ini berlaku pula untuk ibadah wajib lainnya.

 إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ “

Artinya, “Amalan seorang hamba yang dihisab pertama kali di hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika sholatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada sholat wajibnya, Allah Ta’ala berfirman, ‘Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan ibadah wajibnya?’ Kemudian yang demikian berlaku pada seluruh amal wajibnya.” (HR at-Tirmidzi).   

2. Pahala Puasa Setahun

Melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan dijanjikan pahala seperti berpuasa selama setahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih Muslim, yang artinya:

“Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti pahala berpuasa setahun.”  

3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan

Kebiasaan melakukan kebaikan setelah beribadah, seperti puasa Syawal setelah Ramadan, merupakan indikasi diterimanya ibadah Ramadan. Sebaliknya, melakukan keburukan setelah kebaikan bisa menjadi tanda tertolaknya amalan tersebut.

4. Ungkapan Syukur

Puasa sunnah Syawal adalah wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan karunia di bulan Ramadan, seperti puasa, sholat malam, dan zakat. Puasa Ramadan sendiri merupakan sarana pengampunan dosa, sebagaimana hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa orang yang berpuasa dan menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan harapan pahala akan diampuni dosa-dosanya. Oleh karena itu, setelah mendapatkan ampunan, kita dianjurkan untuk bersyukur dengan melakukan ketaatan, salah satunya melalui puasa Syawal.

5. Kesinambungan Ibadah

Berakhirnya Ramadan tidak berarti berakhirnya ibadah. Puasa Syawal adalah salah satu cara untuk menjaga kesinambungan ibadah yang telah dilakukan.

Semoga kita diberi kemampuan untuk melestarikan ibadah setelah Ramadan dan termasuk golongan orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan sunnah. Aamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *