KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar pada Jumat lalu terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat 144 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Bencana ini telah memicu permohonan bantuan internasional dari pihak junta militer Myanmar.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 tersebut berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar, dan getarannya terasa hingga ke negara tetangga, Thailand. Kerusakan parah terjadi di beberapa kota, termasuk Mandalay dan Naypyidaw, dengan banyak bangunan runtuh dan infrastruktur hancur.
Jenderal Senior Min Aung Hlaing, pemimpin junta militer Myanmar, dalam pidato yang disiarkan televisi, menyatakan keprihatinannya atas jumlah korban yang terus meningkat. Ia juga memperingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan akan bertambah seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung.
“Korban tewas akibat gempa yang berpusat di Mandalay telah mencapai 144 orang, dengan 732 lainnya terluka,” ungkap Jenderal Min Aung Hlaing. Ia menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur yang parah mempersulit upaya penyelamatan dan pendataan korban.
Pihak junta militer Myanmar telah mengajukan permohonan bantuan internasional untuk membantu menangani dampak bencana ini. Mereka membutuhkan bantuan dalam bentuk tim penyelamat, pasokan medis, makanan, dan tempat penampungan sementara bagi para korban.
“Kami sangat membutuhkan bantuan dari komunitas internasional untuk meringankan penderitaan rakyat kami,” kata seorang juru bicara junta militer.
Sementara itu, tim penyelamat dari berbagai organisasi lokal dan internasional terus bekerja keras mencari korban yang mungkin masih terjebak di bawah reruntuhan. Kondisi cuaca yang buruk dan akses yang sulit ke beberapa wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Gempa bumi ini telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur di Myanmar, termasuk jalan, jembatan, dan jaringan listrik. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan segera.
Pemerintah Thailand dan beberapa negara tetangga lainnya telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan bantuan kepada Myanmar. Namun, situasi politik yang kompleks di Myanmar menjadi tantangan dalam koordinasi bantuan internasional.

