KeuanganNews

Diabetes Serang Anak-anak, Pemerintah Bakal Tarik Cukai Dari Minuman Manis Dalam Kemasan

×

Diabetes Serang Anak-anak, Pemerintah Bakal Tarik Cukai Dari Minuman Manis Dalam Kemasan

Sebarkan artikel ini
images 4 7

KITAINDONESIASATU.COM – Masalah diabetes yang belum lama ini menghebohkan karena menyerang anak-anak menjadi perhatian khusus. Pemerintah pun berencana akan menarik cukai dari minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) mulai tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pemerintah sangat serius mengenakan cukai MBDK mulai tahun depan melalui Buku II Nota Keuangan RAPBN 2025. Pengenaan cukai terhadap MBDK tersebut dimaksudkan untuk mengendalikan konsumsi gula dan pemanis yang berlebihan.

Di mana sejatinya cukai minuman berpemanis sama dengan cukai untuk rokok yang saat ini diberlakukan. Langkah pengenaan cukai MBDK penting untuk menekan tingkat diabetes terutama pada anak-anak.

“Cukai rokok tetap jalan dan cukai minuman berpemanis, sesuai tujuan dari Kementerian Kesehatan untuk menjaga meluasnya atau makin tingginya dan prevalensi diabetes bahkan kepada tingkat anak-anak,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, yang dikutip Rabu (28/8).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, mengacu International Diabetes Federation (IDF) jumlah penderita diabetes di dunia pada 2021 mencapai 537 juta. Angka ini diprediksi akan terus meningkat mencapai 643 juta pada 2030 dan 783 juta pada 2045.

Menurut IDF, Indonesia menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah diabetes terbanyak dengan 19,5 juta penderita pada 2021 dan diprediksi akan menjadi 28,6 juta pada 2045.

Tingginya angka penderita diabetes itu pun menjadi perhatian serius karena sebelumnya angka kasus diabetes dan gagal ginjal anak terus mengalami tren kenaikan yang mengkhawatirkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengonfirmasi kasus diabetes anak meningkat 70 persen sejak 2010 hingga 2023. Dan satu dari lima anak usia 12-18 tahun urinenya mengandung hematuria atau proteinuria sebagai gejala awal gagal ginjal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *