KITAINDONESIASATU.COM – Kepala Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mendesak kepada para jemaah untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mengelola arus kerumunan di Mekah.
Dilanir Arabnews Al-Sadais menekankan pentingnya menghindari kemacetan dan mematuhi pedoman untuk memastikan keselamatan dan keamanan selama bulan Ramadhan ini.
Seperti kita ketahui setelah sholat Isya di Masjidil Haram menurut Al-Sudais berbicara tentang 10 malam terakhir Ramadhan, dan mendesak umat Islam untuk menganggapnya serius dan menyadari pentingnya Lailatul Qadar.
Gema Abadi Suara Adzan di Masjid Nabawi Sudah Berusia 1.400 Tahun Lamanya
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk berbuat baik, seraya menyoroti pentingnya periode di bulan Ramadhan.
Al-Sudais memuji dedikasi kepemimpinan terhadap Dua Masjid Suci dan layanan yang diberikan kepada pengunjung agar tetap nyaman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Karena jumlah jamaah dan pelaku umrah selama Ramadhan terus naik khususnya mendekati malam Lailatul Qadar meningkat signifikan selama 10 hari terakhir Ramadan ini.
Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci telah menetapkan gerbang dan jembatan utama untuk memastikan kelancaran masuk dan keluar dari dan menuju Masjidil Haram.
Gerbang masuk dan keluar utama, yang dapat dikenali dari menaranya, meliputi Gerbang Raja Abdulaziz (1), Gerbang Raja Fahd (79), dan Gerbang Raja Abdullah (100).
Untuk akses ke Mataf (area tawaf) di lantai pertama, jamaah dapat menggunakan Jembatan Shubaika, Jembatan Ajyad, dan pintu masuk Jembatan Al-Arqam.
Kecelakaan Bus Hingga Terbakar di Arab Saudi, Wakil Direktur RS dan Wakil Rayat Bojonegoro Tewas
Keluar dari area Al-Masa’a (lantai dasar dan pertama) dapat dilakukan melalui Gerbang Al-Safa (13), Gerbang Nabi Muhammad, Gerbang Al-Marwah, Jembatan Al-Marwah, dan Jembatan Kursi Roda Al-Marwah.
Pengaturan yang dilakukan oleh otoritas ini bertujuan untuk memastikan pergerakan lancar, mengurangi kemacetan, dan menyediakan akses yang aman dan efisien ke Masjidil Haram, sehingga para jamaah dapat menjalankan ibadah mereka dengan mudah dan nyaman. **


