KITAINDONESIASATU.COM – Dua peristiwa kecelakaan mengerikan terjadi di wilayah Ponorogo pada hari Kamis, 20, Maret 2025 dan Minggu, 23 maret 2025 menewaskan seorang santri dan dua orang luka berat.
Persitiwa yang pertama terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Somoroto Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo dan di Jalan Raya Ponorogo-Madiun Desa Purwosari, Babadan, Kabupaten Ponorogo.
Kecelakaan yang pertama terjadi pada Kamis, 20 Maret 2025 malam hari antar dua pengendara sepeda motor diduga berkecepatan tinggi saling bertabrakan adu banteng.
UGM Beberkan Soal Tuduhan Ijazah dan Skripsi Palsu Presiden Jokowi
Kecelakaan bermula saat Nurrohim membonceng Dini melaju dari arah timur ke arah barat atau dari arah Kota Ponorogo ke arah Somoroto.
Di tengah perjalanan melaju kendaraan dari arah berlawanan pemotor yang dikendarai Rena Wahyu Hadi warga Taman, Kota Madiun berkecepatan tinggi.
Sementara sepeda motor yang dikendarai Nurrohim diduga saat berkendara melaju terlalu ke kanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng atau tabrakan frontal antar muka.
Benturan keras terjadi, kedua pengendara tidak bisa menghindari hingga terjadi tabrabakan maut yang menyebabkan seorang pengendara meninggal dan dua orang luka-luka berat.
Jadwal Acara RCTI Minggu, 23 Maret 2025: ada Masterchef Indonesia hingga Mencintaimu Sekali Lagi
Diketahui korban meninggal adalah Nurrohim salah satu pengendara santri Ponpes An Najiah Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo Iptu Abdul Cholik menjelaskan ketika pengendara mengalami luka parah bagian kepala dan seorang santri meninggal dunia.
Menurutnya pengendara mengendarai kendaraan terlalu ke kanan dan kurangnya kehati-hatian dengan situasi lalu lintas di sekitarnya hingga terjadi tabrakan yang tak bisa saling menghindar.
Selain memakan korban jiwa dalam kecelakaan itu, kondisi sepeda motor mengalami kerusakan parah bagian depannya hingga patah dan ringsek.
Sementara kecelakaan kedua yang terjadi Minggu (23/3/2025) dialami Bus Cendana jurusan Madiun – Ponorogo menabrak bengkel Rejo Mulyo milik Eriyan Sasmito warga Purwosari Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa namun seorang warga yang sedang berada di lokasi mengalami luka-luka akibat tersasak bus yang kehilangan kendali.
Menurut informasi kecelakaan bermula dari Bus Cendana AE 7259 UV dikemudikan Vebri Bashir melaju dari arah Madiun ke arah Kota Ponorogo pukul 12:00 WIB.
Jadwal Acara SCTV Minggu, 23 Maret 2025: ada Para Pencari Tuhan Jilid 18 hingga Luka Cinta
Di tengah perjalanan bus Cendana yang dikemudikan warga Kelurahan Mangunharjo, Kota Madiun ini hendak menyalip Honda Vario di depannya.
Namun di tengah perjalanan ketika bus sudah mau menyalip, secara mendadak pengendara Vario berbelok ke arah kanan , sehingga pengemudi bus Cendana kaget.
Pengemudi bus kaget pun secara reflek langsung ikut membanting stir ke arah kanan agar tidak menabrak sepeda motor.
Namun karena kecepatan cukup tinggi bus kemudikan menabrak sebuah bengkel di sisi kanan atau sisi barat jalan, akibat kepanikan tadi.
Bus yang masuk ke bengkel menggasak enam sepeda motor yang sedang terparkir di bengkel itu hingga rusak parah, namun tidak ada pemiliknya sehingga tidak ada korban jiwa.
Pemilik bengkel Eriyan Sasmito mengatakan selain kerusakan bengkel juga enam sepera motor milik pelanggan mengantre diperbaiki turut digilas bus hingga rusak parah. **



