KITAINDONESIASATU.COM – Pada 21 Maret 2025, enam guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas akibat serangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Para korban diserang di rumah dinas yang kemudian dibakar, dan insiden ini mendorong evakuasi 46 guru dan tenaga medis ke Wamena dan Sentani demi keselamatan mereka.
“Kami sangat prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta komunitas pendidikan dan kesehatan yang terdampak,” jelas Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, seperti ditulis Parlementaria, pada Minggu (23/3/2025).
Komisi X DPR RI menyampaikan lima poin penting:
Kecaman atas Tindakan KKB
Komisi X mengecam keras aksi kekerasan ini yang dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban serta komunitas pendidikan dan kesehatan yang terdampak.
Dorongan untuk Peningkatan Keamanan
Komisi X meminta pemerintah dan aparat untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga pendidik dan kesehatan, khususnya di wilayah rawan konflik, termasuk melalui penempatan aparat keamanan.
Penugasan di Lokasi Aman
Pemerintah diminta memastikan penugasan guru dan tenaga kesehatan dilakukan di lingkungan yang lebih aman dan mendukung, agar mereka dapat menjalankan tugas tanpa ancaman.
Pendekatan Holistik untuk Papua
Komisi X menekankan perlunya pendekatan yang menyeluruh dalam menangani konflik di Papua, bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga melalui pendidikan berkualitas, layanan kesehatan memadai, dan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Penguatan Regulasi dan Anggaran
Komisi X mendorong peninjauan ulang regulasi serta penambahan anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan di Papua, termasuk perlindungan bagi tenaga kerja di daerah rawan.
Hetifah menutup dengan menegaskan bahwa Komisi X akan terus mengawasi langkah-langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini dan akan mengundang mitra kerja terkait untuk merumuskan solusi jangka panjang dalam rapat mendatang.-***



