Lifestyle

Penjelasan Ketentuan Zakat Fitrah yang Harus Diketahui, Sangat Penting!

×

Penjelasan Ketentuan Zakat Fitrah yang Harus Diketahui, Sangat Penting!

Sebarkan artikel ini
zakat fitrah
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa hari lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Idulfitri 2025, namun sebelum itu diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Zakat fitrah adalah hukumnya wajib yang dibebankan bagi setiap umat Muslim, dengan ketentuan ia masih hidup pada malam hari dan memiliki kelebihan dari kebutuhan pokoknya sehari.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ 

Artinya: “Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas orang Muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wanita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke masjid) Idul Fitri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga  Link Twibbon Hari Santri Nasional 22 Oktober 2024 untuk Foto Profil Sosmed

Berikut ini sejumlah ketentuan zakat fitrah yang harus kita ketahui:

1. Besarnya zakat fitrah adalah 1 sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau makanan pokok. Dalam praktiknya jumlah ini digenapkan menjadi 2,5 Kg, karena untuk kehati-hatian. Hal ini dianggap baik oleh para ulama.

2. Menurut madzhab hanafi, diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang seharga ukuran itu, jika dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik. 

 3. Waktu mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak awal bulan puasa Ramadan hingga sebelum shalat Idulfitri maka dianggap sedekah sunnah.

Baca Juga  5 Resep Makan Siang untuk Diet: Enak, Sehat dan Mudah Dibuat

 Sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam :

  فَمَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Artinya: “Barang siapa mengeluarkan (zakat fitrah) sebelum sholat (Idulfitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah sholat maka dianggap sedekah sunnah.” (HR Ibnu Majah) 

4. Zakat fitrah boleh dikeluarkan langsung kepada mustahik atau dibayarkan melalui amil zakat.

5. Amil atau panitia zakat fitrah boleh membagikan zakat kepada mustahik setelah sholat Idulfitri karena uzur syar’i. 

6. Jika terjadi perbedaan hari raya, maka panitia zakat fitrah yang berhari raya terlebih dahulu tidak boleh menerima zakat fitrah setelah mereka mengerjakan sholat Idulfitri.

Baca Juga  Arus Lalu Lintas Padat, One Way Diberlakukan Malam Ini di Tol Trans Jawa Km 414 - Km 72

7. Panitia zakat fitrah hendaknya mendoakan kepada orang yang membayar zakat, agar ibadahnya selama Ramadan diterima dan mendapat pahala. 

Adapun orang-orang yang tidak boleh menerima zakat ada dua golongan: 

  1. Anak cucu keluarga Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam.
  2. Sanak famili orang yang berzakat, yaitu bapak, kakek, istri, anak, cucu, dan lain-lain.

Demikianlah penjelasan tentang ketentuan zakat fitrah yang harus kita ketahui, agar tidak salah dalam berzakat, sehingga zakat yang kita keluarkan diterima Allah SWT. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *