News

Efektif! Modifikasi Cuaca BNPB Kurangi Risiko Bencana di Jabodetabek

×

Efektif! Modifikasi Cuaca BNPB Kurangi Risiko Bencana di Jabodetabek

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 8
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (kanan). (Foto: Antara)

KITAINDONESIASATU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil mengendalikan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai garam ke awan yang berpotensi menyebabkan hujan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya pada Sabtu malam, menyatakan bahwa dalam operasi yang berlangsung pada 4-8 Maret, telah disemai 4 ton garam (NaCl) dan 1 ton kalsium oksida (CaO) di wilayah Jabodetabek.

Proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat khusus di wilayah yang telah ditentukan berdasarkan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga  Jadwal SIM Keliling Sidoarjo Senin, 1 Desember 2025 di Empat Titik Lokasi

“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa setelah operasi dilakukan, Jabodetabek tidak mengalami hujan. Ini membuktikan bahwa intervensi cuaca efektif dalam mengurangi curah hujan,” ujar Abdul pada Sabtu malam, seperti ditulis Antara pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Selain di Jabodetabek, BNPB juga melakukan lima sorti penerbangan untuk penyemaian garam di perairan selatan Kabupaten Sukabumi pada Jumat (7/3).

Operasi ini mencakup dua sorti dengan penyemaian 1.000 kilogram garam di wilayah DAS Citarum dan Sumedang, serta 1.000 kilogram kalsium oksida di Waduk Saguling dan 1.000 kilogram garam di perairan utara Karawang.

Baca Juga  Rabu Kelabu Dua Warga Gresik Tewas Dalam Kecelakaan Mengerikan di Jalan Raya

Pada Sabtu (8/3), BNPB kembali melakukan operasi OMC untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Jawa Barat.

Dalam operasi tersebut, dilakukan delapan sorti penerbangan pada ketinggian 8.000-11.000 kaki. Penerbangan pertama dimulai pukul 03.00 WIB dan sorti terakhir selesai pada pukul 22.30 WIB.

Abdul menegaskan bahwa hasil operasi ini membuktikan efektivitas teknologi modifikasi cuaca dalam mengurangi risiko bencana serta menjaga keseimbangan lingkungan.

BNPB berkomitmen untuk terus menerapkan strategi mitigasi guna melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana yang dapat terjadi.-***

Baca Juga  179 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabodetabek Saat Arus Balik Libur Isra Mikraj dan Imlek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *