KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, mengungkapkan bahwa PT Krakatau Steel mengalami kerugian hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.
Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah serta kebijakan yang melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar industri baja nasional dapat berkembang dan menjadi kebanggaan.
“Kami melihat industri baja memiliki peran strategis, namun kenyataannya terus merugi, bahkan sempat dikategorikan bangkrut. Maka dari itu, kebijakan pemerintah harus mendukung agar industri ini dapat bangkit dan menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya, seperti ditulis Parlementaria pada Sabtu (8/3/2025).
Eko menambahkan bahwa industri baja nasional memerlukan kebijakan yang melindungi dari persaingan dengan baja impor, serta dukungan finansial dari Himbara, meskipun sebelumnya pernah terjadi permasalahan antara PT Krakatau Steel dan kelompok bank tersebut.
“Dalam satu dekade ke depan, Indonesia akan terus melakukan pembangunan dengan kebutuhan baja yang sangat besar. Namun, mengapa industri baja nasional tidak bisa mengambil peluang ini? Oleh karena itu, Himbara juga harus berperan dalam mendukung kebangkitan Krakatau Steel,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi perhatian utama dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke PT Krakatau Steel.
Diharapkan, industri baja nasional tidak hanya bergantung pada skema bisnis antarperusahaan (business to business), tetapi juga mendapatkan perlindungan melalui kerja sama antar pemerintah (government to government).- ***


