KITAINDONESIASATU.COM – Kadin Indonesia dalam hal ini Ketua Umum Anindya Bakrie diminta tegas menyikapi dinamika yang terjadi di Kadin Jabar.
Yuyun Wahyu Kurnia, tokoh Kadin yang juga Ketua Dewan pertimbangan Kadin Kota Cirebon mengatakan, dinamika organisasi yang terjadi di Kadin Jabar sudah tidak bisa ditolelir lagi.
Menurut Wahyu, pengerahan massa yang diduga anggota Ormas saat Musprov Kadin Jabar di The Luxury Trans Bandung, 3 Maret lalu tidak mencerminkan sikap profesional.
Kadin adalah kumpulan pengusaha yang menjungjung tinggi profesionalisme. Jadi, kejadian penghadangan oleh puluhan orang di acara Muprov tersebut sangat disesalkan.
“Saya didorong dorong, diusir oleh orang berbaju hitam agar turun ke loby hotel,” kata Yuyun.
Ironisnya di luar orang berbaju hitam ada beberapa orang berbaju Kadin dan mengenal Yuyun tapi perlakuanya sama, mengusir dirinya agar menjauh.
Yuyun yang datang ke acara tersebut untuk mengetahui jalanya Muprov menyesalkan tindakan pengerahan massa.
Oleh karena itu, kata dia, Anin sebagai ketua Kadin Indonesia harus tegas. “Anin harus melihat mana yang secara hukum maupun organisasi benar maka harus berpihak ke sana. Sebaliknya kepada yang menyimpang harus ditindak,” katanya.
Kepada anggota Kadin yang terbukti bikin rusuh sebaiknya dicabut kartu keanggotaanya. *Peristiwa ini kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk ke depanya,” tegas Yuyun.
Senada dengan Yuyun, Tokoh
senior Kadin Jabar, Deden Y Hidayat meminta Ketua Umum Anindya Bakrie bertindak tegas kepada pihak pihak yang melakukan pelanggaran AD maupun ART organisasi.
Muprov yang harusnya terselenggara 3 Maret lalu adalah sah sesuai dengan aturan organisasi.
Deden berharap dengan pengambilalihan oleh Kadin Pusat, persoalan akan selesai dan muprov yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan baik dan lancar. (*)


