Lifestyle

Tips Agar Puasa Ramadhan Tidak Lemas Menurut dr. Zaidul Akbar, Cukup Ganti Menu Sahur dengan Makanan Ini

×

Tips Agar Puasa Ramadhan Tidak Lemas Menurut dr. Zaidul Akbar, Cukup Ganti Menu Sahur dengan Makanan Ini

Sebarkan artikel ini
Tips dari dr. Zaidul Akbar tentang mentralisir makanan berlemak saat lebaran Idul Fitri (Youtube/dr. Zaidul Akbar Official)
Tips dari dr. Zaidul Akbar tentang mentralisir makanan berlemak saat lebaran Idul Fitri (Youtube/dr. Zaidul Akbar Official)

KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini adalah tips sederhana agar puasa Ramadhan tidak lemas menurut dr. Zaidul Akbar.

Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Salah satu tantangan utama saat berpuasa adalah tubuh menjadi lemas akibat tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam.

Rasa lemas ini bisa mengganggu produktivitas, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasinya.

Pakar obat herbal, dr. Zaidul Akbar, membagikan tips agar tubuh tidak mudah lemas saat berpuasa. Menurutnya, menjaga energi selama puasa dapat dilakukan dengan memilih makanan yang tepat saat sahur.

Mengonsumsi Lemak Sehat saat Puasa Ramadhan

“Waktu sahur itu saya sarankan untuk mengonsumsi lemak,” kata dr. Zaidul Akbar, dikutip dari YouTube dr. Zaidul Akbar Official, Rabu 5 Maret 2025.

Lemak yang dimaksud berasal dari sumber sehat seperti minyak zaitun, alpukat, atau virgin coconut oil (VCO). Lemak sehat membantu tubuh mendapatkan energi yang bertahan lebih lama, sehingga dapat mengurangi rasa lemas saat berpuasa.

Tetap Mengonsumsi Karbohidrat Secukupnya saat Puasa Ramadhan

Jika memiliki aktivitas yang cukup padat dan menguras energi, dr. Zaidul Akbar menyarankan tetap mengonsumsi karbohidrat saat sahur.

Namun, jumlahnya sebaiknya tidak berlebihan agar tidak menyebabkan rasa lemas lebih cepat.

“Kedua supaya tidak terlalu lemas, ya mungkin perlu tetap makan karbohidrat,” ujarnya.

“Bagi yang tetap ada aktivitas yang cukup dan menguras energi, ya makan karbohidrat,” imbuhnya.

Beberapa contoh makanan yang kaya akan karbohidrat antara lain nasi, umbi-umbian, dan berbagai sumber karbohidrat alami lainnya.

Menambahkan Serat dan Sayuran saat Puasa Ramadhan

Selain lemak dan karbohidrat, dr. Zaidul Akbar juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran.

“Kemudian masukkan menu yang mengandung serat, seperti sayuran dan antioksidan dari sayuran juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan prinsip keseimbangan kandungan dalam satu piring saat sahur.

“Jadi prinsipnya 4/6 dari isi piring itu adalah sayuran dan buah-buahan atau makanan nabati, sementara 1/6 adalah protein, 1/6-nya lagi biji-bijian,” jelasnya.

Dr. Zaidul Akbar juga memberikan contoh menu sahur sederhana namun tetap lengkap dengan berbagai nutrisi penting.

“Alpukat dikerok, kasih madu sedikit, lalu minum minyak zaitun juga bisa, ditambah air putih,” sarannya.

Selain memilih makanan yang sehat, ia juga mengingatkan untuk berdoa kepada Allah agar makanan yang dikonsumsi diberkahi dan mencukupi energi sepanjang hari.

Dengan menerapkan tips dari dr. Zaidul Akbar ini, puasa Ramadhan bisa dijalani dengan lebih ringan tanpa rasa lemas yang berlebihan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *