Lifestyle

Kolak Maknyus: Takjil Manis yang Menggugah Selera di Bulan Ramadan

×

Kolak Maknyus: Takjil Manis yang Menggugah Selera di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Kolak pisang salah satu makanan pembuka puasa yang diburu warga. (Ist)
Kolak pisang salah satu makanan pembuka puasa yang diburu warga. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Minggu (2/3/2025) umat muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadan hari kedua. Pada puasa pertama kemarin, Sabtu (1/3/2025) banyak warga yang membuka puasa di antaranya dengan memburu kolak yang dijual di sekitar tempat tinggalnya.

Pasalnya, selama ini makanan pembuka Bulan Ramadan identik dengan berbagai hidangan takjil manis, salah satunya adalah kolak. Kolak merupakan hidangan tradisional Indonesia yang terbuat dari campuran santan, gula merah, dan berbagai bahan pelengkap seperti pisang, ubi, atau kolang-kaling.

Rasanya yang manis dan gurih sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Baca Juga  Memasuki Hari Ke-24 Ramadan: Meraih Keutamaan Pengabulan Seribu Doa

 Kolak memiliki banyak variasi, tergantung bahan pelengkap yang digunakan. Berikut beberapa variasi kolak yang populer:

  • Kolak Pisang:
    • Kolak pisang merupakan variasi kolak yang paling umum dan mudah dibuat. Pisang yang digunakan biasanya pisang kepok atau pisang tanduk yang memiliki tekstur lembut dan rasa manis.
  • Kolak Ubi:
    • Kolak ubi juga menjadi favorit banyak orang. Ubi yang digunakan bisa ubi kuning, ubi ungu, atau ubi jalar. Tekstur ubi yang lembut dan rasa manisnya berpadu sempurna dengan kuah santan.
  • Kolak Kolang-kaling:
    • Kolang-kaling memberikan tekstur kenyal yang unik pada kolak. Kolang-kaling biasanya direbus terlebih dahulu agar empuk sebelum dimasukkan ke dalam kuah santan.
  • Kolak Campur:
    • Kolak campur merupakan perpaduan dari berbagai bahan pelengkap seperti pisang, ubi, kolang-kaling, dan pacar cina. Kolak campur memberikan variasi rasa dan tekstur yang lebih kaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *