KITAINDOESIASATU.COM – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo beberapa hari belakangan ini menyebabnya longsor di sejumlah wilayah Ponorogo.
Bahkan selama dua hari terakhir Rabu, 26 Februari dan Kamis, 27 Februari 2025, setidaknya telah terjadi sedikitnya 16 kali bencana tanah longsor diwilayah bumi reog ini.
Mayoritas bencana yang terjadi menutup akses jalan dan ada dua rumah warga serta satu kandang kambing ikut terbawa material longsor.
Terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menerima laporan kejadian longsor yang tersebar di Kecamatan Ngrayun, Soko, dan Slahung.
Teror Ramadhan Pertama di Jombang, Pemuda Mojokerto Dibacok Jelang Sahur di bypass Mojoagung
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, menjelaskan tanah longsor mayoritas menimpa rumah warga dan jalan.
Dari tujuh titik longsor itu terjadi di Kecamatan Ngrayun menjadi daerah dengan kejadian terbanyak, itu terjadi di Desa Sambi, Desa Binade, Desa Selur, Desa Baosan Lor, dan Desa Temon.
Agung menjelaskan bahwa dalam dua hari terakhir, yakni Rabu dan Kamis, wilayah tersebut terus diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama.
Pihak BPBD telah melakukan assessment dan kajian cepat di tujuh lokasi yang terdampak untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dasarian ketiga bulan Februari memang merupakan puncak musim penghujan.
Secara topografi, Kabupaten Ponorogo memiliki banyak lereng pegunungan yang meningkatkan risiko tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Meskipun beberapa rumah terdampak akibat longsor ini, beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Seperti longsor yang terjadi di Desa Baosa Lor, Ngrayun menimpa Dusun Ngembel, Baosan Lor, Ngrayun menimpa bagian dapur dan kamar mandi rumah Simin (45).
Kecelakaan Lalu Kejebur Sungai Cangkringturi Prabon Bersama Motor, Pria Sidoarjo Meninggal Dunia
Menurut Simin longsor terjadi pada sore hari pukul 15:30 WIB setelah terjadi hujan deras di wilayahnya.
Beruntung saat terjadi ia dan anggota keluarganya sedang berada di ruang tengah sehingga selamat dari reruntuhan longsor.
Karena kerusakan parah rumahnya, Simin dan keluarganya mengungsi ke rumah saudaranya.
Pasca terjadinya tanah longsor masih terjadi ancaman tebing setinggi 20 meter di dekat rumahnya rawan ambil jika terjadi lagi hujan deras.
Hal serupa juga dialami Soiran warga yang sama rumahnya juga dilanda tanah longsor bagian ruang tengah, saat terjadi longsor dirinya sedang berada di ruang lain, sehingga selamat.
Akibat bencana ini warga selalu diliputi kekhawatiran untuk itu petugas BPBD Syamsul Arifin menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan ini. **




