Lifestyle

Apakah Pengertian Tarhib Ramadan? Begini Penjelasannya

×

Apakah Pengertian Tarhib Ramadan? Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
ramadan
Marhaban Ya Ramadan. (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Pengertian Tarhib Ramadan adalah menyambut datangnya bulan Ramadan dengan perasaan penuh kegembiraan dan kesiapan baik secara spiritual, fisik dan materi. Meyambut bulan suci Ramadan dengan kegembiraan dianjurkan oleh Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasalam.

Ramadan sendiri adalah memiliki banyak keutamaan dan sebagai bulan yang mulia dibandingkan dengan bulan lainnya. Di bulan Ramadan, amaliah mendapat pahala berlipat-lipta dan malam Laitul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Adapun Tarhib secara etimologis berarti penyambutan dan berasal dari kata Rahiba-Yarhiba-Yarhabu-Rahaban. Arti kata ini mengandung makna meluaskan, melapangkan, serta menerima sesuatu dengan hati yang terbuka dan penuh keikhlasan.

Tarhib juga bisa diartikan sebagai ungkapan selamat datang bagi sesuatu yang spesial atau menyambut kedatangan seseorang. Sementara dalam hal Ramadan, menjadi sebuah simbol penerimaan dan antusias untuk menyambut bulan Suci.

Hal ini sebagimana riwayat sebuah hadist shahih dari Abu Hurairah RA, Sholallahu Alaihi Wasalam mengabarkan kabar gembira kepada para sahabtanya:



قَدْ أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صَيَامَهُ فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَانِ وَتُغْلَقُ أَبْوَابُ الجحيم, وَ تُغَلَّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ, فَيْهِ لَيْلَةٌ أَبْوَابُ خَيْرٌ من ألف شهرد مَنْ حَرَّمَ خَيْرَهَا فَقَدْ


Artinya: “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahanam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

Lantas bagaimana cara mengamalkan Tarhib Ramadan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Umat Islam harus memahami tentang Ramadan, maka dianjurkan untuk belajar atau mendalami kitab fikih puasa mengenai amalan puasa.
  2. Diperlukan fisik yang kuat saat menjalani ibadah puasa Ramadan, maka harus menjaga kesehatan.
  3. Sedekah di bulan Ramadan pahalanya sangat besar, maka agar menyiapkan rezekinya untuk bersedekah di bulan Ramadan.
  4. Berdoa untuk menyambut Ramadan, yakni dengan baca doa, sebagai berikut:
    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلغنَا رَمَضَانَ (Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa balighna ramadhana). Artinya: “Ya Allah, Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.” (HR Ahmad)
  5. Meluruskan niat ibadah puasa dan ibadh lainnya selama bulan Ramadan hanya mengharap rida Allah SWT.

Demikianlah pengerti Tarhib, semoga dengan memahami Tarhib menjadikan ibadah puasa Ramadan khusu dan bernilai pahala di sisi Allah SWT. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *