KITAINDONESIASATU.COM – Di antara amal sebelum datangnya bulan puasa Ramadan adalah saling memaafkan dan gembira atas datangnya bulan istimewa ini. Hal ini sebagaimana dianjurkan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam dan kebiasaan para ulama dan orang-orang saleh.
Bulan Ramadan sebentar lagi akan tiba, maka alangkah baiknya saling mengunjungi keluarga, tetangga dan teman untuk menyampaikan permohonan maaf. Dengan meminta maaf pada sesama, dan tentu saja bertaubat kepada Allah SWT, maka ketika bukan Ramadan, hati dan pikiran dalam keadaan bersih.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam Al-Baqarah ayat 178:
…فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: “Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.” (QS Al-Baqarah :178)
Anjuran menyambut Ramadan dengan gembira adalah ajaran Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam.
Sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya sebagai berikut:
حَدَّثنا عَبْدُ اللهِ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثنا عَفَّانُ، حَدَّثنا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثنا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلى الله عَليه وسَلم يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya: “Abdullah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku telah menceritakan kepadaku, ia berkata, Affan telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayyub telah menceritakan kepada kami, dari Abu Qiladah, dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam memberikan kabar gembira kepada sahabat-sahabatnya,
“Bulan Ramadan telah datang. Ramadan adalah bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan puasa atas kalian. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat dan setan-setan dibelenggu di dalamnya. Di dalam bulan Suci Ramadan ada satu malam yang lebih baik dari pada malam seribu bulan. Orang yang menghalangi kebaikan di dalam bulan Suci Ramadan ini, maka dia akan terhalang dengan kebaikan.”
Dalam hadits ini maka bagi orang yang beriman mengetahui keutamaan-keutamaan yang spesial untuk bulan Ramadan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain adalah kabar gembira yang tidak terhingga.
Dalam hadits lain, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabada:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim). (*)


