KITAINDONESIASATU.COM – Secara etimolgi puasa berarti shaum atau shiyam yang artinya mengekang atau menahan diri dari sesuatu. Penjelasannya, puasa menahan diri dari makan, minum, berhubungan suaami istri, dan hal-hal sebagaimana telah diperintahkan kepada kita untuk menahannya.
Puasa Ramadan, Allah memerintahkan umat Islam untuk berpuasa. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 183:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
Puasa di bulan Ramadan banyak sekali keutamaan yang didapat, salah saunya mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Menurut Imam Al-Ghazali ada tiga tingkatan orang berpuasa:
- Awam
Golongan ini berpuasa agar menjaga agar supaya tidak ada yang masuk dari lubang atasnya, maupun yang keluar dari lubang bawahnya. Artinya, mereka menjaga puasanya hanya supaya tidak batal dari makan dan minum dan juga tidak berhubungan suami istri.
2. Khusus
Mereka adalah golongan orang khusus yakni mereka yang setelah menjaga mulutnya, perutnya daripada makanan yang membatalkan puasa dan juga menjaga syahwatnya, mereka pun menjaga matanya, telinganya dan lisannya beserta anggota tubuh yang lainnya daripada berbuat dosa dan maksiat.
3. Sangat Khusus
Mereka adalah golongan yang telah melewati golongan yang pertama dan kedua. Mereka ini telah menjaga hatinya, hatinya betul-betul tidak memikirkan di bulan Ramadhan ini kecuali hanya Allah SWT dan menjauhkan hatinya dari pemikiran-pemikiran tentang duniawi. (*)


