KITAINDONESIASATU.COM-Masyarakat berharap aparat penegak hukum (APH) di wilayah hukum Kabupaten Lebak untuk bertindak lebih tegas terhadap pelaporan kasus pelecehan anak. Sebab, dalam dalam beberapa bulan terakhir, laporan mengenai tindak kejahatan pelecehan pada anak meningkat dan mengkhawatirkan.
Nurlela Hasani Kepala Bidang Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKBB) Kabupaten Lebak, mengatakan, sebagian besar pelaku pelecehan anak merupakan orang terdekat.
“Sekarang ini tempat-tempat yang kita anggap aman, ternyata malah jadi ajang pelecehan pada anak. Berawal dari keluarga dan orang-orang terdekat malah yang jadi pelakunya,” kata Lela, Sabtu (22/2/2025).
Dalam pencegahan pelecehan anak perlu adanya kolaborasi dengan semua pihak mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. “Jadi, perlunya kedekatan, edukasi, keterbukaan anak di rumah. DI Lebak, kami melakukan upaya penanganan salah satunya dengan membentuk Forum Anak tingkat kecamatan,” ungkap Lela.
Dan yang tidak kalah pentingnga, lanjut Lela, peran aktif orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Karena, dalam beberapa kasus setelah viral, korban baru terbuka.
“Biar mereka (anak-anak) terbuka. Karena mereka tidak speak up, gitu. Sudah lama, baru mereka mau berceritera. Nah, kita motivasi mereka, agar apapun yang terjadi di sekolah, bisa cerita kepada orantuanya,” pinta Lela.
Saat ini Pemkab Lebak bersama sejumlah lembaga terkait tengah memperkuat upaya untuk menanggulangi kasus pelecehan anak, termasuk dengan melakukan pendampingan psikologis bagi korban dan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam penanganan kasus-kasus yang melibatkan anak.

