KITAINDONESIASATU.COM – Hari Jumat disebut sebagai hari ibadah. Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan hari-hari lainnya. Sebagai seorang muslim wajib tahu soal adab-adab di hari Jumat.
Khusus bagi orang yang hendak sholat Jumat dianjurkan melakukan kegiatan kesunahan di hari Jumat, yakni sebagai berikut:
- Mandi Jumat
Kesunahan mandi Jumat ini berdasarkan beberapa hadits, di antaranya hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam:
مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ النِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ
Artinya: “Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya”. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Maka, dari hadits tersebut disunnahkan untuk melaknsakan mandi Jumat bagi yang hendak sholat Jumat, baik laki-laki, anak kecil, hamba sahaya, perempuan dan musawafir.
Pelaksaan mandi Jumat bisa dilakukan mulai dari jam 12 malam sampai pelaksanaan Jumat. Namun, yang utama dilakukan menjelang keberangkatan menuju tempat sholat Jumat.
2. Bergegas Hadir Tempat Sholat Jumat
Seseorang yang lebih awal berangkat Jumatan mendapatkan pahala melebihi orang yang datang setelahnya. Anjuraan ini berlaku juga untuk imam.
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasakam bersabda:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Artinya: “Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub pada hari Jumat, kemudian pada waktu pertama ia berangkat Jumat, maka seakan ia berkurban unta badanah. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kedua, seakan berkurban sapi. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu ketiga, seakan berkurban kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu keempat, seakan berkurban ayam. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kelima, seakan berkurban telur. Saat imam keluar berkhutbah, malaikat hadir seraya mendengarkan khutbahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
3. Kenakan Pakaian Putih
Berpakaian putih sebagaimana dianjurkan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam:
اِلْبَسُوْا مِنْ ثِيَابِكُمْ اَلْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ “
Artinya: “Pakailah dari pakaian kalian yang berwarna putih. Karena sesungguhnya pakaian putih termasuk pakaian terbaik bagi kalian”. (HR. al-Tirmidzi).
4. Bersihkan Tubuh
Disunnah pada hari Jumat mebersihkan tubuh dengan cara mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, menggunting kumis, memotong kuku, bersiwak, dan menghilangkan bau badan.
5. Pakai Parfum
Tidak ada ketentuan khusus aroma parfum apa, namun yang lebih utama adalah minyak misik. Adapun bagi orang yang berpuasa dan perempuan, dimakruhkan baginya mengenakan parfum.
Sedangkan bagi orang yang tengah menjalankan ibadah ihram haji atau umrah, hukumnya haram.
6. Dengan Tenang Menuju Tempat Jumat
Dimaksud tenang adalah pelan-palan dalam berjalan dan bergerak serta menajauhi hal-hal yang tidak bermanfaat.
Sebagaimana Sabda Rasulullah Shilallahu Alaihi Wasalam:
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
Artinya: “Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun”. (HR. al-Tirmidzi dan al-Hakim).
7. Membaca Al-Qur’an dan Berzikir
Saat berjalan menuju tempat untuk sholat Jumat, dan saat berada di tempat pelaksanaan Jumat dianjurkan memabca ayat Al-Qur’an yang utama surah Al-Kahfi, dan berzikir, yang utama membaca salawat nabi.
8. Tidak Berbicara Saat Khutbah Berlangsung
Saat khutbah berlangsung hendaknya mendengarkan dengan seksama, Allah SWT berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya: “Dan apabila dibacakan khutbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204). Kata “al-Qur’an” dalam ayat tersebut ditafsiri dengan khutbah.
Demikianlah adab-adab bagi yang hendak sholat Jumat. Semoga bermanfaat. (*)





