KITAINDONESIASATU.COM – Berbohong, kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar bahkan kita pasti pernah berkata bohong atau bahkan menjadi korban kebohongan. Padahal, dalam Islam bahwa orang yang gemar berbohong akan menerima azab yang pedih di alam kubur.
Bagi orang yang gemar berbohong akan mulutnya akan dirobek-robek sendiri hingga hari kiamat tiba.
Berbohong mungkin kita anggap adalah perbuatan yang sepela. Tapi luar biasa pedihnya hukuman Allah SWT.
Dalam buku berjudul ‘’Ketika Ruh Dikembalikan’’, karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa bohong dapat memberikan dampak buruk di dunia dan diakhirat.
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam pernah bertanya kepada malaikat Jibril dan Mikail:
“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat” Kedua malaikat menjawab: Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat.” (HR Bukhari).
Hadits tersebut di atas menjadi bukti kuat bahwa peristiwa buruk berupa dirobek-robek mulut seseorang di alam kubur adalah benar-benar nyata. Balasan ini akan terjadi pada setiap orang yang semasa hidupnya melakukan kerap berkata bohong.
Islam melarang pendusta, dlam Al-Qur’an surat An-Nahl Ayat 105, Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ
Artinya: Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.
Perbuatan bohong termasuk tanda-tanda dari orang munafik, sebagaimana dalam sabda Rasululloh Sholallahu Alaihi Wasalam:
“Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, bila dipercaya ia khianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu Qayyim berkata bahwa perkara bohong yang paling besar dosanya adalah berkata yang mengada-ada (berdusta) tentang Allah tanpa ilmu. Sebab, syirik dan kekufuran tidak muncul kecuali dari kedustaan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak berkata bohong karena azabnya sangat pedih ketika berada di alam akhirat. (*)



