KITAINDONESIASATU.COM – Kuliner ayam Lodho merupakan masakan ayam kampung yang dibakar kemudian dimasukkan ke dalam adonan santan kental.
Menu ini merupakan menu masakan ndeso yang khas banyak ditemui di wilayah Trenggalek dan Tulungagung, Jawa Timur.
Lebih nikmat masalah ayam Lodho ini jika disajikan dalam rasa yang ditawarkan pedas gurih dan sedikit asin, jadi sangat cocok bagi Anda pecinta masakan pedas.
Aromanya pun khas aroma gurih santan dan rempah yang kental serta taburan bawang goreng yang menambah keharuman.
Tekstur daging yang dihasilkan pun sangat lembut dan halus membuat daging ayam mudah dikunyah dan terasa empuk.
Emak-emak Naik Scoopy Terjungkal Masuk Parit Jalan Tumpakpelem-Sawoo Ponorogo, Kehilangan Nyawa
Kata lodho sendiri dapat diartikan sebagai lembut karena ayam ini dimasak hingga daging ayamnya lembut dan bisa terlepas dari tulangnya.
Lodho juga dapat diartikan sebagai masakan gurih dari santan yang sangat kental.
Namun di Ponorogo yang menu ini juga ditemui di warung kuliner Lodho Bu Sri, di Jl Padepokan No.16, Krajan, Ngrupit, Kecamatan, Jenangan, Kabupaten Ponorogo, buka setiap hari mulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB
Nasi ayam lodho sebenarnya mirip dengan menu kare ayam atau opor ayam, hanya saja ada tiga hal yang berbeda dan membuat rasa nasi ayam lodho ini menjadi spesial.
Pertama nasi yang disajikan biasanya nasi gurih yang rasanya sudah enak seperti nasi kebuli namun khusus di warung Bu Sri ini nasinya nasi putih dicampur nasi tiwul (nasi dari bahan ketela pohon).
Kedua ayamnya kampung yang dibakar terlebih dahulu sebelum disajikan bersama kuah kare yang kental dan agak pedas.
Jam Istirahat Cari ikan di Kedung Pelajar MTS Jambon Ponorogo, Tenggelam
Ketiga sayur urap yang mendampingi menjadi ciri khas tersendiri, namun khusus di warung Bu Sri sayurnya adalah sayur rebung (tunas bambu) plus lalapan daun pepaya yang digodhog empuk dan tidak pahit.
Soal cita rasa Nasi Ayam Lodho ala Bu Sri sudah tidak perlu ditanyakan lagi, muantap, apalagi ditambah sambal bawang yang gurih tapi tidak pedas amat bikin selera makan meningkat 180 tingkat.
“Saya tahu keberadaan warung ini atas rekom dari teman kantor, katanya ada warung Lodho enak di Ponorogo. Dari rekom itu jadi penasaran apa bener nikmat atau hanya dilebih-lebihkan saja,” ujar Sanjoto warga Sidoarjo asli Ponorogi ini.
Sanjoto mengaku datangi lokasinya yang berada di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan, pada awalnya underestimate melihat kondisi warung yang sederhana ala bakul Sego kampung.
Stok Beras Ponorogo Mencapai 12 Ribu Ton, Bulog Terus Menyerap Hasil Panen Petani
“Untuk membuktikan soal kevalidan rasa nikmatnya saya undang teman satu kampung masa kecil dahulu yang punya nama Alhayyat Hayyat. Pesan 2 porsi dengan komposisi dua potong ayam kampung lodho, plus campuran nasi putih dan nasi tiwul, sayur rebung, lalapan daun pepaya, minuman es cao, dan sambal bawang,” jelasnya.
Menurut Sanjoto, dari penampilannya hampir sama dengan sajian lodho pada umumnya.
Tetapi ketika tangan mulai bergerak untuk menyuir ayam kemudian mencampur dengan nasi, sayur rebung, lalapan daun pepaya dan sambal, rasanya mantap. (Sanjoto Prio Djamiko)


