KITAINDONESIASATU.COM – Efisiensi anggaran dari pemerintah berdampak signifikan terhadap penurunan omzet hotel di Palembang, yang tercatat turun hingga 60 persen.
Menurut Amanda Dian Sucia, Assistant Public Relation Manager, Hotel Santika Premiere Bandara, penghematan anggaran ini memengaruhi sejumlah acara, terutama yang berasal dari dinas pemerintah. Penurunan ini menyebabkan permintaan akan ruang rapat dan kamar hotel berkurang.
Hotel Santika Radial juga merasakan dampak serupa, ditandai dengan penurunan reservasi acara dan kamar mencapai 30 persen akibat efisiensi anggaran perjalanan dinas.
Anggi, Public Relations Hotel Santika Radial, menjelaskan bahwa di bulan Januari, kurangnya acara dari pemerintah dan kebijakan efisiensi anggaran memperburuk keadaan.
Hotel lainnya yang merasakan penurunan pendapatan adalah Hotel Aryaduta Palembang, meski beberapa instansi, seperti BPK, masih menggelar acara meski dalam jumlah terbatas.
Anggi juga menambahkan bahwa dibandingkan tahun lalu, bisnis hotel tahun ini lebih menantang, namun mereka tetap optimis dan memaksimalkan peluang dari acara sosial, perusahaan, dan pendapatan lainnya selain kamar.
Dampak efisiensi anggaran juga dirasakan oleh Hotel Aryaduta Palembang, dengan penurunan aktivitas pemerintahan sekitar 20 persen.
Namun, pihak hotel tetap optimis berkat acara pernikahan yang masih laris, yang membantu meningkatkan okupansi.
Emmy Yunarti, General Manager Hotel Aryaduta, mengatakan bahwa meskipun ada penurunan, mereka tetap berusaha untuk mempertahankan pendapatan melalui kegiatan seperti paket buka puasa dan acara lainnya.


