KITAINDONESIASATU.COM – Guna menciptakan jalur transportasi yang lebih aman dan efisien, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang krusial. Pertemuan ini, yang berlangsung di salah satu Hotel kawasan Sentul pada Rabu, 12 Februari 2025 lalu, membahas solusi untuk mengurangi kecelakaan di jalur tambang Parung Panjang serta merumuskan strategi pembangunan jalur Puncak II.Â
Dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedy Mulyadi, dan dihadiri oleh Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto, serta sejumlah pejabat penting lainnya, rakor ini menjadi titik awal perubahan signifikan bagi infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.
Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto, menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat untuk mengatasi masalah kemacetan dan kecelakaan yang sering terjadi di jalur Parung Panjang.
“Kami sangat mendukung perbaikan jalan provinsi sepanjang 28,3 km. Namun, solusi baru seperti pembangunan jalur alternatif non-tol atau jalan tambang biasa juga sangat diperlukan untuk mengurangi beban sosial ekonomi masyarakat,” ujar Rudy, Kamis 13 Febuari 2025.
Rudy juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kepemimpinan Gubernur Jawa Barat yang baru, yang dianggapnya sangat peduli terhadap masyarakat. “Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret dalam mengatasi permasalahan ini, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk para investor,” tambahnya.
Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedy Mulyadi, menyuarakan keprihatinannya terkait kebijakan yang memberikan izin tambang tanpa memperhatikan infrastruktur yang memadai.
“Masalah yang timbul seperti kecelakaan dan kematian berulang adalah akibat dari kebijakan yang tidak mempertimbangkan faktor infrastruktur. Jawa Barat kini memiliki anggaran yang cukup untuk mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan masalah ini,” tegas Dedy.
Dedy menekankan pentingnya pengaturan jam operasional yang lebih baik untuk mencegah bentrokan antara aktivitas mobil tambang dengan anak sekolah dan pekerja.
“Jangan sampai masalah di Parung Panjang menambah korban. Kita harus ambil tindakan cepat dan terukur demi kepentingan rakyat,” pungkas Dedy Mulyadi. (Nicko/Yo)



