News

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Sudah Mencurigai Beberapa Orang

×

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Sudah Mencurigai Beberapa Orang

Sebarkan artikel ini
jenazah putri
Foto almarhum Putri Regita Amanda dan jasad korban saat ditemukan di sungai

KITAINDONESIASATU.COM – Polres Jombang terus menyelidiki dengan serius kasus kematian seorang siswi salah satu SMA kelas 12 di Jombang benama Putri Regita Amanda (18), Kamis (12/2/2025).

Diketahui Putri merupakan warga Desa Sebani, Kecamatan Sumobito yang jasadnya ditemukan mengambang di sungai Sungai Peluk, Pacarpeluk, Megaluh, Rabu (11/2/2025) pagi.

Hingga kini Polres Jombang melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan pembunuhan terhadap pelajar SMA itu.

Terkait kematian itu polisi terus berusaha keras melakukan penyelidikan dan sedang mencurigai bebrapa orang terkait kematian pelajar ini.

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Menduga Korban Dijeburkan ke Sungai Masih Hidup

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan jika sedang mencurigai beberapa orang terkait kasus kematian Putri Regita Amanda ini.

Kapolres belum bisa menyebutkan secara lebih terinci, mengingat kasus ini sekarang memasuki tahap penyidikan, sehingga tidak bisa diungkapkan secara terbuka.

“Ada beberapa yang kita curigai, namun kalau jumlahnya tak bisa disebutkan, karema sudah masuk ranah menyidikan,” ujar Kapores Jombang ini, Rabu (12/2/2025).

AKBP Ardi Kuriawan menjelaskan pihak kepolisian akan bekerja cepat dan segera mengungkap kasus ini, agar bisa memberikan keadilan kepada keluarga korban.

Dia pun meminta dukungan dan doanya agar kasus kematian seorang pelajar putri sebuah SMA di Jombang ini segera diungkap mengingat korban masih remaja belia.

Misteri Mayat Mengambang di Sungai Terungkap, Ternyata Siswi SMA Megaluh Jombang

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Marhono Suhendra menyampaikan pemeriksaan para saksi tersebut telah dilakukan guna mengungkap misteri kasus ini.

Remaja berusia 18 tahun ini dipastikan menjadi korban pembunuhan, siswi kelas 3 SMA asal Desa Sebani, Sumobito, Jombang itu mengalami penganiayaan setelah itu dibuang ke sungai hingga tewas.

Jasad Putri telah selesai diautopsi oleh tim dokter forensik RS Bhyangkara Kediri, dan hasil autopsi menunjukkan korban mengalami penganiayaan.

Namun dalam pemeriksaan medis itu menyebutkan jika kematian korban bukan akibat penganiayaan tetapi akibat tenggelam di dalam air.

Sehingga dimungkinkan korban dianiaya, namun belum sampai meninggal kemudian dilempar ke dalam sungai hingga meninggal di sungai.

Tim dokter forensik juga menyimpulkan jika korban tewas setelah diceburkan ke sungai.

Dari hasil autopsi ada luka pada kening korban yang merupakan hasil pukulan benda tumpul, kemudian luka akibat benturan pada perut korban.

Gugatan Pedagang Kelontong Bitner dan Pedagang Etek Magetan Marno dkk Berakhir Damai

AKP Marhono Suhendra mengungkapkan jika korban kemungkinan posisinya sudah lemas tak berdaya, lalu korban dilempar ke sungai.

Margono menyebut korban diduga kuat menjadi korban perampokan, dilihat dari barang-barang korban yang turut lenyap, seperti motor Honda Vario dan ponsel milik korban.

Hingga Rabu (12/2/2025) kemarin sudah ada 5 saksi yang diperiksa, yakni 2 warga yang menemukan jasad korban dan 3 teman sekolah Putri.

Seperti kita ketahui sebelumnya korban berpamitan hendak COD (Cash on Delivery) dengan seseorang membawa sepe motor Vario, Minggu (10/2/2025).

Namun pasca berpanitan itu hingga malam tidak kunjung pulang dan ponselnya juga tidak bisa dihubungi.

Suwardi kemudikan menceritakan jika hari Minggu (10/2/2025) sekitar pukul 16:00 WIB, tujuannya COD-an, dia mau lulusan sekolah, saat ini ia duduk dikelas 3 SMA.

Bahkan saat itu ayah korban berpesan untuk tidak pulang larut malam, setelah beberapa saat mengendarai Hoda Vario korban dihubungi ayahnya tidak aktif.

Korban berulang-ulang tidak tersambung, jam 20:00 WIB malam ditelepon tidak aktif, jam 21:00 WIB dan jam 22:00 WIB juga tidak aktif.

Hingga akhirnya sekitar jam 01:00 dini hari korban kembali dihubungi telepon berdering tetapi tidak diangkat

Seluruh keluarga cemas malam itu, mengingat ibu korban juga baru saja meninggal, hingga seluruh keluarga korban cemas sampai tidak bisa tidur semalam, mungkin terjadi hal-hal aneh.

Namun yang mengagetkan Suwardi tahu-tahu ada kabar pagi-pagi, Senin (11/2/2025) adanya penemuan mayat seorang wanita mengapung di singai Peluk, Megaluh yang ternyata jasad Putri. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *