Berita Utama

Eksotisme Sumba, dari Ombak Menantang hingga Tenun Ikat Berkelas Dunia

×

Eksotisme Sumba, dari Ombak Menantang hingga Tenun Ikat Berkelas Dunia

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 12
Aktivitas surfing di ombak Sumba

KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Sumba merupakan salah satu destinasi eksotis di bagian timur Indonesia.

Lanskap alamnya memukau dengan hamparan sabana luas, perbukitan kapur, serta budaya lokal yang masih terjaga.

Desa-desa di Sumba umumnya dibangun di atas bukit dengan rumah tradisional beratap jerami.

Banyak di antaranya berada dekat dengan makam leluhur karena mayoritas penduduk Sumba menganut kepercayaan Marapu, yang menghormati nenek moyang.

Terletak di tepi Samudra Hindia, Sumba juga menjadi surga bagi peselancar. Ombaknya berkisar antara 1 hingga 2 meter, dengan gelombang tertinggi biasanya muncul pada Mei hingga Oktober. Karena arus yang cukup kuat, lokasi ini lebih cocok bagi peselancar profesional.

Meskipun belum terlalu ramai wisatawan, Sumba memiliki beberapa resor mewah, seperti Nihi Sumba (sebelumnya The Nihiwatu Resort). Resor ini masuk dalam daftar 100 hotel terbaik dunia versi Travel + Leisure tahun 2020, menempati peringkat ke-95.

Bagi yang menginginkan suasana lebih tenang, Mario Hotel and Cafe menawarkan pengalaman unik melihat lumba-lumba di laut lepas sambil menikmati kopi di pagi hari.

Alternatif lainnya adalah Eco Resort Sumba Dream dan Maringi Eco Resort, yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Untuk pengalaman wisata yang lebih mendalam, Sumba Hospitality Foundation menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.

Penginapan di area sekolah The Sumba School tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membantu mendukung pendidikan di Sumba, karena seluruh pendapatannya digunakan untuk mendanai program sekolah.

Selain itu, hotel ini dibangun dengan material bambu dan memanfaatkan energi matahari sebagai pencahayaan utama, menjadikannya salah satu akomodasi ramah lingkungan terbaik.

Wilayah barat Sumba memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya lokal.

Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan berbagai ritual unik masyarakat Marapu.

Salah satu yang paling terkenal adalah Festival Pasola, tradisi tahunan yang berlangsung pada Februari atau Maret sebagai bagian dari ritual menyambut panen.

Dalam festival ini, ratusan penunggang kuda tanpa pelana saling melempar tombak sebagai bagian dari upacara yang diyakini membawa kesuburan bagi tanah mereka.

Sementara itu, Waingapu, ibu kota Sumba Timur, terkenal sebagai pusat produksi tenun ikat khas Sumba.

Desa-desa seperti Prailiu, Kwangu, dan Lambanapu menjadi sentra pembuatan kain tenun dengan teknik tradisional dan pewarna alami.

Kain ini memiliki motif khas yang menggambarkan flora, fauna, atau manusia, dengan warna dominan seperti biru tua, merah, hitam, putih, dan kuning.
Bagi pecinta kain tenun, mengunjungi desa-desa ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional.

Untuk mencapai Sumba melalui jalur udara, wisatawan dapat memilih penerbangan dengan Garuda Indonesia, Wings Air, atau Nam Air.
Umumnya, penerbangan ke Sumba harus transit terlebih dahulu di Bali atau Flores sebelum tiba di Bandara Tambolaka (Sumba Barat Daya) atau Bandara Umbu Mehang Kunda (Waingapu, Sumba Timur).

Rute Flores-Waingapu dilayani oleh Garuda Indonesia, Wings Air, dan Nam Air, sementara rute Bali-Waingapu dapat ditempuh dengan Wings Air dan Nam Air.

Pulau Sumba menawarkan kombinasi keindahan alam, budaya, serta pengalaman wisata yang autentik dan eksklusif.

Dengan berbagai pilihan destinasi, akomodasi, dan pengalaman unik, Sumba menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi para pencinta petualangan dan budaya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *