News

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden

×

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 8
Presiden Prabowo Subianto

KITAINDONESIASATU.COM – Keputusan mengenai perombakan atau reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Terkait wacana reshuffle, Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa Prabowo memiliki wewenang penuh untuk mengganti atau mempertahankan para menterinya.

“Kami belum mendengar rencana reshuffle. Namun, itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Kapan dan siapa yang akan direshuffle, itu merupakan keputusan beliau,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com pada Minggu (9/2/2025).

Herzaky juga menekankan bahwa kader-kader Demokrat di kabinet tetap fokus bekerja dan tidak terganggu oleh wacana reshuffle.

Menurutnya, mereka berusaha menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo serta menyukseskan program pemerintahan.

Herzaky menilai wajar jika Prabowo mempertimbangkan reshuffle bagi menteri yang dinilai tidak bekerja maksimal.

Sebagai kepala pemerintahan, Prabowo tentu memiliki target tertentu yang ingin dicapai bersama jajaran kabinetnya.

“Jika ada anggota kabinet yang kinerjanya belum sesuai harapan, tentu wajar jika diingatkan. Jika setelah diingatkan masih belum menunjukkan perbaikan, reshuffle bisa menjadi salah satu langkah yang diambil Presiden,” ujar Herzaky.

Ia pun meyakini bahwa kebijakan Prabowo bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.
Oleh karena itu, diharapkan para menteri memiliki semangat dan kinerja yang sejalan dengan visi Presiden.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menegaskan tidak akan ragu untuk menyingkirkan menteri yang tidak bekerja maksimal.

Dalam acara Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-102 NU di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025), ia memberikan peringatan keras kepada para menteri.

“Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, akan saya singkirkan,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi mengenai kemungkinan reshuffle setelah 100 hari pemerintahan.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengakui adanya beberapa menteri yang dinilai kurang seirama dengan Prabowo.

“Saya belum tahu persis siapa yang dimaksud, tapi memang ada keluhan mengenai beberapa yang masih kurang seirama dalam menjalankan program kerja,” kata Dasco.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa saja yang berpotensi terkena reshuffle dalam waktu dekat.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *