KITAINDONESIASATU.COM – Ada kisah merinding di balik meninggalnya seorang lansia yang bernama Yonih (62) atau biasa dipanggil Mpok Yonih. Diketahui, Mpok Yonih meninggal usai mengantre elpiji 3 Kilogram (Kg). Dari kesaksian adik Mpok Yonih, Rohaya, almarhum meninggal sangat indah, yakni mengucapkan takbir dua kali.
Mpok Yonih merupakan asli atau warga dari Kampung Ciledug, Pamulang Barat, Tangerang Selatan (Tangsel). Mpok Yonih adalah pedagang nasi uduk yang sudah cukup lama.
Nasi uduk Mpok Yonih banyak penggemarnya. Banyak yang bilang, masakan Mpok YOnih cukup enak. Tidak hanya nasi uduknya yang enak, lauk-pauknya seperti tempe goreng, telor goreng, dan bakwan goreng juga sangat enak.
Maka sepeninggalnya Mpok Yonih cukup mengagetkan warga dan masyarakat sekitar di lingkungannya. Banyak yang bersedih atas kepergiaan yang mendadak itu.
Yang membuat masyarakat dan keluarga sedih, Mpok Yonih menghembuskan napas terakhirnya usai mengantre elpiji 3 Kg.
Ya, Mpok Yonih memang sudah tidak muda lagi, usianya sudah kepala enam, tetapi ia masih tetap semangat untuk mencari uang, bahkan sampai rela mengantre untuk mendapatkan elpiji 3 Kg agar tetap berjualan nasi uduk.
Mpok Yonih meninggal usai antre dan berhasil mendapatkan tabung elpiji 3 Kg pada Senin, 3 Februari 2025. Setibanya di rumah, Mpok Yonih sempat jatuh pingsan, namun sebelumnya Mpok Yonih sempat mengucapkan takbr dua kali, ”Allahu Akbar, Allahu Akbar”.
Hal itu diungkapkan oleh Rohaya yang saat itu dirinya panik dan bingung, karena sang kakak usai mengucapkan takbir ketika diajak bicara dan akan diminumkan tidak bergerak sama sekali, sehingga dibawa ke rumah sakit terdekat, RS Permata.
Setibanya di rumah sakit, dokter menyatakan Mpok Yonih sudah meninggal dunia. Tangis pecah keluarga yang mendengar kenyataan yang menyedihkan itu.
“Sebelum meninggal ngomong Allahu Akbar, Allahu Akbar, terus saya ajak ngomong enggak mau menjawab, saya minumin juga enggak mau. Jadi langsung dibawa ke rumah sakit, dan meninggal dunia,” kata Rohaya, terlihat sedih.
Sebagai informasi, terkait kisruh elpiji 3 Kg yang hanya dijual di agen resmi, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pengecer tetap boleh menjual elpii bersubsidi tersebut. (*)

