KITAINDONESIASATU.COM-Keberadaan pagar laut di Pantai Utara Kabupaten Tangerang ditengarai dalam rangka upaya penguasaan ruang laut. Bahkan Ombudsman Perwakilan Banten menemukan indikasi ada ribuan pengajuan izin HGB di wilayah pagar laut.
“Ada indikasi kuat keberadaan pagar laut dalam rangka menguasai ruang laut,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Banten, Fadli Afriadi, dalam pemaparan hasil investigasi kasus pagar laut, kemarin.
Fadli menambahkan, bahwa
Ombudsman Banten juga menemukan korelasi pagar laut dengan pengajuan hak di laut, dimana modusnya yaitu bagaimana menaikan status girik menjadi tanah. Fadli menyatakan, upaya penguasaan ruang laut itu dibuktikan adanya dokumen permintaan 370 hektare diajukan di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.
Bahkan, lanjut Fadli, sebagian permohonan itu sudah diterbitkan izinnya. Pihak yang mengajukan izin, kemudian mengajukan kembali seluas 1.415 hektare dari 16 Desa di 6 Kecamatan. “Munculnya pagar laut ada korelasi yang sangat kuat dengan pengajuan hak di laut, dengan modus menaikan status girik menjadi hak tanah,” ujarnya dengan nada yakin.
Kemudian, kata Fadli, ditemukan dua surat yang diduga palsu untuk mendukung pengajuan dokumen izin kepemilikan atas laut itu. “Kami mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) agar mengusut tuntas indikasi pidana terkait upaya dimaksud,” katanya.
Selain itu, Ombudsmen Banten, juga menemukan indikasi pidana lainnya yaitu pagar tidak berizin, potensi dampak kepada lingkungan, mengganggu ketertiba umum, merugikan masyarakat, upaya penguasaan ruang laut, dan peredaran dua surat yang diduga palsu.
Dari sisi kerugian akibat pagar laut tersebur, Ombudsman ada kerugian masyarakat minimal Rp 24 miliar, yaitu dari bahan bakar kapal nelayan yang bertambah, kerusakan kapal, dan berkuranganya hasil tangkapan. Data itu didapakan dari aduan masuk ke Ombudsman Banten sejak Agustus 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah nelayan sebanyak 3.888 orang.
“Angka tepatnya tidak bisa kita dapatkan, karena kita tidak melakukan sensus dan hanya melakukan wawancara dengan beberapa nelayan,” kata Fadli.

