KITAINDONESIASATU.COM-Marlita Yuana (44), PNS Guru Bahasa Indonesia di SMP 1 Palembang diduga menjadi korban penyekapan dan pengancaman oleh oknum guru olahraga.
Merasa tidak nyaman setelah jadi korban penyekapan, Marlita, akhirnya buka suara dan membuat laporan polisi ke Polsek Ilie Barat 1 Palembang, Selasa (4/2/2025).
Setelah resmi melaporkan kejadian yang dialaminya tadi pagi ke Polsek Ilir Barat 1 Palembang, Marlita Yuana akhirnya mengungkapkan kesaksiannya terkait ancaman yang diduga dilakukan TT (31).
“Tadi saya dibawa ke ruang guru, pintu dia ganjel di dalam dan dia ceramahi saya. Kata dia mau mencabut nyawa saya,” jelas Marlita saat keluar dari Polsek IB 1 Palembang.
Marlita mengaku saat kejadian dia baru tiba ke sekolah, langsung ditarik oleh TT (31) ke ruang guru dan diancam menggunakan senjata tajam jenis pisau.
“Tadi pelaku sudah dibawa dan diamankan di Polsek,” ucap Marlita.
Sebetulnya, Marlita mengaku aksi pengancaman yang dilakukan TT sudah berulangkali, bahkan lantaran tak nyaman dia juga melaporkan TT ke Polrestabes Palembang pada pertengahan Januari 2025 lalu.
“Saya sudah membuat laporan polisi, tanggal 17 Januari 2025 lalu setelah pelaku ingin menembak saya, membunuh saya, meneror saya, mencari saya, keliling sekolah mencari saya setiap hari ingin membunuh saya,” urai korban.
Teror yang dilakukan TT bahkan disebut sampai mengambil barang barang pribadi yang ada di meja kerja di ruang guru.
