KITAINDONESIASATU.COM – ”Sholatlah selagi kamu belum disholatkah”, mungkin kita sering mendengar kalimat itu yang artinya selagi hidup di dunia untuk menjalankan kewajiban perintah Allah tidak meninggalkan sholat lima waktu.
Dalam kondisi apa pun sebagai umat Islam wajib untuk melaksanakan sholat, sebagaimana diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW saat Isra Mikraj.
Apabila kita sakit, sholat bisa dilakukan duduk, berbaring, dan seterusnya, karena Allah SWT memudahkan semua hambanya menunaikan ibadah sholat. Sholat dikerjakan hingga ajal menjemput.
Dalam kita isyadu al-Ibad karya Syekh Zainuddin al-Malibari dalam bab Fadhlish Shalatil Maktubah, dijelaskan terdapat 15 siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan sholat, yakni:
- Dicabut keberkahan umurnya
- Dhilangkan tanda-tnada kesalehan diwajahnya
- Selaga amal baiknya tidak akan mendapatkan pahala
- Doanya tidak akan dikabulkan
- Tidak mendapatkan bagian doa dari doanya orang-orang saleh
- Akan dibenci oleh kebanyakan orang
- Meninggal dalam kondisi terhina
- Meninggal dalam kondisi lapar
- Meninggal dalam kondisi haus, yang apabila diminumkan satu laut pun pun tidak mungkin akan dapat menghilangkan dahaganya
- Kuburannya menyempit sehingga tulang-tulang rusuk saling bersimpangan
- Ruang kubur dipenuhi api sehingga sehari-hari hidup bergelimangan di atas bara
- Di alam kuburnya akan ditemani ular besar utusan Allah SWT untuk menyiksa yang diberi nma Asy-Syuja Al-Aqra
- Hisab yang berat
- Dibenci Allah SWT
- Dimasukkan ke dalam neraka.
Semoga kita termasuk orang-orang yang istikamah menjalankan sholat lim waktu, sehingga dijauhkan dari azab dan siksa-siksaNYA. aamiin. (*)

