Sosok

Profil Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, Pemimpin di Balik Pembongkaran Pagar Laut yang Viral

×

Profil Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, Pemimpin di Balik Pembongkaran Pagar Laut yang Viral

Sebarkan artikel ini
Harry Indarto

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah pagar laut sepanjang 30 kilometer di pesisir utara Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan publik karena dinilai mengganggu aktivitas nelayan. Demi mengembalikan akses nelayan ke laut, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Harry Indarto memimpin langsung proses pembongkaran pagar tersebut.

Meski sempat mengalami hambatan karena adanya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM), pembongkaran akhirnya dilanjutkan setelah mendapat arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Langkah ini bertujuan untuk menjaga ekosistem laut dan memastikan para nelayan bisa kembali bekerja tanpa hambatan.

Lalu, siapa sebenarnya Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto? Mari kita mengenal lebih dekat sosok perwira tinggi TNI Angkatan Laut ini.

Profil Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto

Harry Indarto lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 15 Desember 1973. Sejak muda, ia menunjukkan ketertarikan terhadap dunia militer, yang membawanya untuk bergabung dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) sebagai bagian dari angkatan ke-42. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan militernya pada tahun 1996.

Karier militernya dimulai di Korps Marinir, di mana ia menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) 3 Kompi A Yonif Brigif 2 pada tahun 1997. Dedikasinya dalam bertugas membuatnya dipercaya untuk mengisi berbagai posisi strategis di Korps Marinir.

Pada tahun 2007, ia menjabat sebagai Perwira Seksi Operasi (Pasi 2) Yonif 2 Brigif 2 Pasmar, sebelum dipindahkan pada tahun 2008 untuk bertugas sebagai Komandan Detasemen Bekang (Dandenbek) Lanmar Jakarta.

Seiring waktu, kariernya terus berkembang. Pada tahun 2010, ia dipercaya sebagai Pelaksana Sementara (PS) Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyon Marhanlan) III Jakarta. Setahun kemudian, ia menjalani pendidikan di Seskoal sambil bertugas sebagai Koordinator Staf Pribadi (Koorsmin) Komandan Korps Marinir (Dankormar).

Saat berpangkat Letnan Kolonel pada tahun 2012, Harry Indarto memimpin Yonif 2 Brigif 2 Pasmar 2 Kormar dan menjadi Perwira Seksi Operasi (Pasops) di satuan yang sama. Pada tahun 2014, ia bertugas sebagai Komandan Satuan Pengamanan dan Pengawalan (Dansatpamwal) di Detasemen Markas Besar (Denma) Mabes TNI.

Berkat dedikasi dan tanggung jawabnya, Harry Indarto memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kolonel pada tahun 2017. Saat itu, ia ditugaskan sebagai Asisten Operasi (Asops) di Denma Mabes TNI.

Pada tahun 2019, ia dipercaya menjadi Koorsmin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), lalu pada tahun 2020 ditunjuk sebagai Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Yogyakarta di bawah Lantamal V Surabaya, Koarmada II.

Sebelum mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal, ia mengikuti pendidikan reguler di Sesko TNI angkatan XLVIII. Setelah itu, ia menjabat sebagai Sahli B Bidang Latihan di Korps Marinir dan Komandan Brigif 4 Marinir/BS pada tahun 2021.

Dengan rekam jejak yang cemerlang, Harry Indarto akhirnya meraih pangkat Brigadir Jenderal dan pernah memimpin Yonif 7 Marinir, yang kemudian dinobatkan sebagai Batalyon Teladan TNI AL pada tahun 2022.

Pengalamannya dalam berbagai operasi strategis semakin menguatkan kiprahnya di dunia militer. Ia terlibat dalam berbagai misi penting, termasuk satuan tugas Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Ambon serta operasi di Aceh pada tahun 1999.

Pembongkaran Pagar Laut dan Dampaknya

1. Kontroversi Pagar Laut

Pagar laut sepanjang 30 kilometer yang dibongkar oleh Brigjen Harry Indarto menjadi isu besar karena menghambat akses nelayan di pesisir utara Tangerang. Banyak pihak mempertanyakan legalitas pagar tersebut, apalagi diketahui memiliki SHGB dan SHM.

Namun, setelah mempertimbangkan kepentingan nelayan dan kelestarian ekosistem laut, pembongkaran tetap dilanjutkan pada 22 Januari 2025 atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

2. Dampak bagi Nelayan dan Lingkungan

Pembongkaran pagar laut ini memberikan dampak positif bagi nelayan yang sebelumnya kesulitan mencari nafkah. Dengan terbukanya kembali akses laut, mereka dapat kembali bekerja tanpa hambatan.

Dari sisi lingkungan, langkah ini juga membantu menjaga ekosistem laut agar tetap lestari. Struktur pagar yang berdiri di lautan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan merusak habitat biota laut.

3. Respons Publik dan Pemerintah

Langkah Brigjen Harry Indarto mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama komunitas nelayan yang merasa terbantu dengan keputusan tersebut. Pemerintah pun mendukung tindakan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dan menjaga ekosistem laut.

Brigadir Jenderal TNI (Mar) Harry Indarto adalah sosok perwira tinggi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman militer yang luas, ia terus berperan aktif dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pembongkaran pagar laut di pesisir Tangerang yang dipimpinnya merupakan salah satu bentuk kepemimpinan yang tegas dan berpihak kepada masyarakat. Keputusan ini tidak hanya mengembalikan akses laut bagi nelayan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ekosistem laut tetap seimbang.

Sebagai pemimpin yang memiliki rekam jejak gemilang, Harry Indarto terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme TNI AL serta menjaga keamanan dan kedaulatan maritim Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *