KITAINDONESIASATU-.COM – Serangan udara Israel di Gaza menewaskan setidaknya 50 warga Palestina dalam 24 jam terakhir, menurut pejabat kesehatan Palestina pada Rabu, 21 Agustus 2024.
Ini terjadi setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke wilayah tersebut yang gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Konflik yang telah berlangsung selama 10 bulan antara Israel dan Hamas ini tampaknya masih jauh dari penyelesaian.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka telah menyerang sekitar 30 target di seluruh Jalur Gaza, termasuk terowongan, lokasi peluncuran, dan pos pengamatan.
Dalam operasi ini, pasukan Israel mengklaim telah menewaskan puluhan pejuang bersenjata dan menyita senjata seperti bahan peledak, granat, dan senapan otomatis.
Pada hari yang sama, militer Israel juga menyerang sebuah sekolah di Kota Gaza, menewaskan setidaknya tiga orang dan melukai 15 lainnya.
Israel mengklaim serangan ini menargetkan militan Hamas yang menggunakan pusat komando yang terletak di dalam kompleks sekolah tersebut, meskipun Hamas membantah tuduhan ini.
Di tempat lain, serangan udara Israel di Bani Suhaila dekat Khan Younis, Gaza selatan, menewaskan tujuh warga Palestina yang tinggal di sebuah perkemahan tenda untuk orang-orang terlantar.
Sementara itu, di daerah Deir Al-Balah, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk ratusan ribu warga Palestina yang telah mengungsi akibat pertempuran.
Konflik ini terus berlanjut meskipun ada upaya diplomatik dari Blinken yang telah melakukan sembilan kunjungan ke Timur Tengah sejak perang dimulai pada Oktober tahun lalu.
Pembicaraan Blinken berfokus pada nasib Gaza dan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas.
Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa perbedaan mendalam antara kedua belah pihak dapat diselesaikan.
Sementara itu, penderitaan warga sipil yang terusir dari rumah mereka semakin bertambah parah.- ***
Sumber: Reuters


