KITAINDONESIASATU.COM-Agung Sedayu Grup (ASG) mengakui bahwa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) pagar laut di kawasan pantai utara (Pantura), Kabupaten Tangerang, adalah milik anak usaha PT Cahaya Intan Sentosa (CIS) dan PT Intan Agung Makmur (IAM) yang diperoleh sesuai prosedural.
Kuasa hukum Agung Sedayu Grup, Muannas Alaididi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1/2025), menjelaskan bahwa dari kepemilikan SHGB atas nama anak perusahaannya itu tidak mencakup keseluruhan luasan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer (km). “SHGB di atas sesuai proses dan prosedur. Kita beli dari rakyat yag status tanahnya SHM,” ujarnya.
Muannas mengatakan, kepemilikan sertifikat HGB dibalik nama dilakukan secara resmi dan telah membayar pajak dan tertera SK surat izin lokasi /PKKPR. “Balik nama dilakukan secara resmi, bayar pajak dan ada SK surat izin Lokasi/PKKPR,” katanya.
Muannas menegaskan bahwa pagar laut bersertifikat HGB yang dimiliki anak usahanya tersebut hanya berada di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. “Pagar laut bukan milik PANI, dari 30 km pagar laut itu kepemilikan SHGB anak perusahaan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan Non PANI, hanya berada di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji saja, ditempat lain dipastikan tidak punya,” tegasnya.
Dia menambahkan, isu yang berkembang seluruh pagar laut dimiliki oleh Agung Sedayu Group, tidak benar. “Saya perlu luruskan agar tidak menjadi liar opininya, panjang pagar itu didapati melewati 6 kecamatan. SHGB anak perusahaan PANI dan Non PANI PT IAM dan PT CIS hanya ada di satu kecamatan di Desa Kohod. jadi bukan sepanjang 30 km itu ada lahan SHGB milik kita,” kata dia.
Sementara dari lantai Bursa Efek Indonesia (PANI), saham PANI terperosok 19,89 persen menuju level Rp 11.075 hingga akhir perdagangan hari Kamis. Harga ini mencerminkan penurunan sebesar 28,66 persen selama sepekan dan sudah anjlok 31,64 persen sebulan terakhir. Penurunan harga saham PANI juga membuat kapitalisasi pasar atau market cap emiten properti ini turun menjadi Rp187 triliun. Padahal, jika mengacu pada perdagangan kemarin, market cap perseroan masih bertengger di level Rp 233 triliun.
Secara akumulasi, saham PANI sudah anjlok 30,78 persen secara year-to-date dari posisi Rp16.000 per saham pada akhir 2024.
Sebelumnya, Financial Advisor Sucor Sekuritas Danika Augusta Sari mengatakan PANI sejatinya memiliki fundamental yang cukup baik, terutama dengan cadangan lahan atau land bank yang melimpah. Sampai dengan 2024, PANI tercatat memiliki lahan seluas 1.850 hektare.


