KITAINDONESIASATU.COM – Indonesia Masters 2025 menjadi turnamen terakhir bagi pasangan ganda putra legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan atau The Daddies.
Langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah 13-21, 14-21 dari pasangan Malaysia, Arif Junaidi/Roy King Yap, di Istora Senayan pada Kamis (23/1/2025).
Hendra Setiawan lebih dulu mengumumkan pensiun pada 3 Desember 2024, disusul Mohammad Ahsan seminggu kemudian.
PBSI merencanakan acara perpisahan untuk “The Daddies” sebelum final Indonesia Masters 2025 pada Minggu (26/1/2025) pukul 09.30 WIB.
Ahsan mengungkapkan rasa harunya terhadap dukungan para penggemar di Istora Senayan.
“Ini momen yang akan kami rindukan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan karier kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi PBSI.
Sejak dipasangkan pada 2012, Ahsan/Hendra telah memberikan banyak prestasi untuk Indonesia, termasuk tiga gelar juara dunia.
Mereka berharap generasi penerus seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, hingga Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat dapat melanjutkan tongkat estafet prestasi.
“Ganda putra Indonesia harus bangkit dan bekerja lebih keras. Tren saat ini sedang menurun, dan introspeksi diperlukan untuk kembali berjaya,” ungkap Ahsan.
Pesan serupa disampaikan Hendra, yang mengingatkan pentingnya semangat belajar dan pantang menyerah dalam menghadapi kekalahan.
Meski tidak memiliki medali Olimpiade, Ahsan/Hendra telah mencetak berbagai prestasi membanggakan.
Mereka meraih belasan gelar turnamen BWF, termasuk All England 2014 dan 2019, serta medali emas Asian Games 2014.
Mereka juga tiga kali menjadi juara dunia (2013, 2015, 2019), turut membantu Indonesia memenangkan Thomas Cup 2020, dan membawa pulang gelar di Asia Team Championships pada 2016, 2018, dan 2020.
Kepergian Ahsan/Hendra dari dunia bulu tangkis menandai akhir dari era penuh prestasi, sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga semangat juang ganda putra Indonesia.- ***

