News

Ketua Persis Jakarta Apresiasi Kebijakan Pembelajaran Ramadan 2025

×

Ketua Persis Jakarta Apresiasi Kebijakan Pembelajaran Ramadan 2025

Sebarkan artikel ini
FotoJet 33
Ilustrasi siswa.

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah resmi menerbitkan surat edaran bersama (SEB) tentang pembelajaran selama Ramadan 1446 Hijriah/2025 M. Pada edaran itu diterangkan pula materi pembelajaran selama Ramadan bagi siswa muslim, seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, dan kegiatan lainnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persis Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar sangat mendukung dan mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurut dia, dari aspek pendidikan kebijakan ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan nasional, antara lain membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta membentuk generasi yang sehat, berilmu, cakap, dan kreatif. Bahkan kebijakan tersebut memberikan manfaat sosial dan budaya yang signifikan bagi peserta didik.

“Sudah saatnya Mendikdasmen menjadikan momentum Ramadan yang sarat nilai spiritual, dimaksimalkan dalam upaya meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlak para siswa,” ujar Ustaz Sofyan dalam keterangannya, Rabu, 22 Januari 2025.

Lebih lanjut, Ustaz Sofyan berharap dengan kegiatan tadarus dan pesantren kilat dan kegiatan keagamaan lainnya dapat membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai religiusitas siswa.

BACA JUGA: Libur Sekolah Saat Ramadan 2025 Batal Sebulan Penuh, Ini Penjelasannya

“Ramadan sebagai bulan penuh berkah yang padanya diwajibkan berpuasa, tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan berhenti belajar. Justru pada bulan yang diberkahi itu kita dituntut untuk berkompetisi dan lebih giat lagi dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga  6 Peristiwa Penting di Bulan Syawal, Semoga Jadi Penggugah Meneladani Perjuangan Nabi

Ustaz Sofyan menambahkan, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di sekolah pada bulan Ramadan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara spiritual.

“Dengan terpadunya kecerdasan intelektual dan spiritual akan meniscayakan terciptanya harmoni dan keserasian antara ilmu, amal dan akhlakul karimah,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *