News

Gaza Pasca Konflik, Perjalanan Panjang Menuju Pemulihan

×

Gaza Pasca Konflik, Perjalanan Panjang Menuju Pemulihan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 9 10
Warga Palestina berjalan melewati reruntuhan bekas pertempuran. (Foto: Khalil Ramzi/Reuters)

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah bertahun-tahun hidup di bawah tekanan, warga Palestina di Gaza mulai kembali ke rumah-rumah mereka yang hancur dan mencari keluarga yang hilang.
Demikian dilaporkan The Guardian pada Senin, 20 Januari 2025.

Perjanjian tersebut mencakup pembebasan tiga sandera yang ditahan Hamas dengan imbalan 90 tahanan Palestina dari penjara Israel.

Meski awalnya disambut dengan suka cita, hari-hari berikutnya dipenuhi rasa kaget dan duka akibat kehancuran besar yang ditinggalkan konflik.

Penduduk Gaza, yang jumlahnya mencapai 2,3 juta jiwa, kini menghadapi kenyataan pahit setelah serangan Israel yang menjadi respons atas aksi Hamas pada 7 Oktober 2023.
Sementara itu, di Israel, kembalinya tiga sandera disambut dengan perasaan campur aduk, mengingat Hamas berhasil menunjukkan kekuatannya melalui prosesi besar di Gaza.

Baca Juga  Jadwal Pelayanan Perpanjangan SIM Keliling Kota Bandung ada di Dua Lokasi ini

Di Tepi Barat, ketegangan tetap tinggi. Pemukim Israel yang menentang perjanjian tersebut melakukan aksi pembakaran di tiga desa Palestina, sementara organisasi hak asasi manusia menuding Israel gagal mengambil tindakan tegas terhadap perusuh.

Laporan kekerasan juga terus muncul, termasuk insiden penembakan di Rafah yang menyebabkan delapan orang terluka.

Di Gaza, warga mulai kembali ke daerah asal mereka meski kondisi masih jauh dari layak huni.
Sebagian besar infrastruktur, termasuk rumah sakit dan fasilitas umum, hancur total.

Seorang pemuda bernama Youssef, yang kehilangan keluarganya dalam perang, menggambarkan kotanya seperti terkena gempa besar dengan skala kehancuran yang tak terbayangkan.

Baca Juga  Setahun Genosida di Gaza, 42.000 Nyawa Melayang dan Infrastruktur Hancur

Dinas pertahanan sipil menyatakan bahwa pencarian terhadap sekitar 10.000 orang yang hilang masih berlangsung. Hingga kini, jumlah korban tewas mencapai 47.000 jiwa. Lebih dari 110.000 lainnya terluka, banyak di antaranya menderita cedera permanen.

Bantuan kemanusiaan mulai masuk ke wilayah tersebut. 630 truk membawa pasokan penting pada hari pertama gencatan senjata.

Namun, aliran bantuan ini masih jauh dari cukup. PBB menyatakan bahwa dibutuhkan setidaknya 500 truk bantuan setiap hari selama enam minggu pertama gencatan senjata untuk mengatasi krisis di Gaza.

Pembangunan kembali Gaza menjadi tantangan besar dengan biaya yang diperkirakan mencapai miliaran dolar dan memerlukan waktu puluhan tahun.

Baca Juga  Krisis Kesehatan Memburuk di Gaza: 42.000 Warga Alami Cacat Permanen Imbas Perang

Negosiasi terkait masa depan wilayah tersebut dijadwalkan dimulai pada Februari, sementara gencatan senjata tahap pertama diharapkan berlanjut hingga Maret.- ***

Sumber: Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *