KITAINDONESIASATU.COM-Cuaca buruk masih membayangi Kabupaten Pandeglang.Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di 21 dari 35 kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Terkait dengan kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang menurunkan empat tim untuk memantau di sejumlah titik.
Menurut Sekretaris BPBD-PK Pandeglang Nana, saat ini BPBD-PK menurunkan empat tim ke titik lokasi yang benar-benar terdampak bencana banjir.
Empat tim dibagi ke beberapa titik terdampak bencana, seperti Kecamatan Patia, Sukaresmi, Panimbang, dan Cikuesik. Sementara untuk data jumlah warga yang terdampak banjir belum mendata, karena masih fokus pada penanganan.Â
“Kami langsung menurunkan tim ke sejumlah titik untuk melakukan evakuasi atau pertolongan pertama bagi warga yang terdampak bencana banjir akibat cuaca buruk ini,” kata Nana, Senin (20/1/2025).
Selain dari tim BPBD-PK pihaknya juga banyak mendapat bantuan dari pihak lain seperti Basarnas, KSB, dan para relawan yang ada di lapangan. Sampai saat ini pihaknya masih terus berada di lapangan guna memastikan daerah terdampak dalam kondisi aman dan warga tidak kesulitan dalam mengakses fasilitas.
“Karena dari informasi yang kami terima dari BMKG kondisi cuaca buruk ini masih akan terus terjadi. Diprediksi sampai bulan Febuari,” ungkap Nana.
Sementara itu, BMKG mengingatkan adanya gelombang tinggi di perairan Banten. Ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di Selat Sunda bagian barat, perairan selatan Pandeglang, dan Lebak.
Sedangkan suhu udara di wilayah Banten hari ini berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 60 hingga 90 persen serta angin dominan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 32 kilometer per jam.



