News

Truk Tangki Meledak di Nigeria, 70 Nyawa Melayang

×

Truk Tangki Meledak di Nigeria, 70 Nyawa Melayang

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 16
Truk tangki meledak. (Tangkap layar, The Guardian)

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah truk tangki bahan bakar meledak setelah terbalik di Nigeria tengah pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Insiden ini menewaskan sedikitnya 70 orang yang tengah mengumpulkan bahan bakar dari lokasi kejadian.

Kepala Korps Keselamatan Jalan Raya Federal (FRSC) di Negara Bagian Niger, Kumar Tsukwam, melaporkan bahwa truk tersebut membawa 60.000 liter bensin dan mengalami kecelakaan sekitar pukul 10 pagi di persimpangan Dikko, pada jalan utama yang menghubungkan Abuja, ibu kota negara, dengan Kaduna di bagian utara.

“Sebagian besar korban tidak dapat dikenali akibat terbakar hebat. Kami terus berupaya membersihkan lokasi kejadian,” ujar Tsukwam.

Dalam pernyataannya, FRSC menyebut bahwa truk tangki itu tiba-tiba terbakar dan mengakibatkan kebakaran yang melahap tanker lainnya.

Sejauh ini, 60 jenazah telah ditemukan, dengan mayoritas korban merupakan pemulung.

Langkah Presiden Bola Tinubu pada 2023 untuk mencabut subsidi bahan bakar telah menyebabkan lonjakan tajam harga kebutuhan pokok, termasuk bensin, yang memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Harga bensin meningkat lima kali lipat dalam 18 bulan terakhir, mendorong banyak orang untuk mempertaruhkan nyawa mereka dalam insiden seperti ini, yang cukup sering terjadi di Nigeria, negara terpadat di Afrika.

Gubernur Niger, Umaru Bago, menyebut insiden ini sebagai “tragedi yang sangat memilukan”.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah korban mengalami luka bakar dengan berbagai tingkat keparahan.

Ledakan serupa terjadi pada Oktober lalu di Negara Bagian Jigawa, Nigeria utara, yang menewaskan lebih dari 170 orang.

Pada tahun 2020, FRSC mencatat sebanyak 1.531 kecelakaan truk tangki bahan bakar, yang mengakibatkan lebih dari 535 korban jiwa.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *