KITAINDONESIASATU.COM – Ibadah sholat bukan hanya sekadar kewajiban yang diperintahkan oleh Allah subhanu wa ta’ala dalam rukun Islam kedua, akan tetapi punya dampak yang luar biasa dalam kehidupan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat.
Ulama muda nan cerdas Ustad Adi Hidayat atau UAH, dalam kajiannya dikutip dari kanal YouTube GRIYABERKAH 234, Minggu, 19 Januari 2025, membahas soal manfaat salat bagi kehidupan umat manusia.
Salat jika dikerjakan secara khusus bisa berdampak pada terkabulnya doa. Minta apa pun sepanjang maslahat (manfaat) Allah subhanau wa ta’ala akan mengabulkannya. Hal ini janji Allah akan Allah menyelesaikan masalah apa pun hambanya melalui salat.
Jadi, salat bukanlah main-main, bukan sebuah kewajiban namun kewajiban yang dipaksa oleh Allah SWT untuk membahagiakan hambanya. Panggilan salat terdapat di dalam Surat Al-Baqarah ayat 45, ”Wasta’iinuu bissabri was Salaah” (Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat).
Kata Allah SWT ‘Wahai jika engkau punya masalah sabar dulu, terima, karena aku titipkan padamu untuk meningkatkan kualitas hidup mu, bukan ingin membebanimu dan tidak Aku uji dengan masalahmu kecuali engkau mampu mengatasinya’.
Nah, ketika salat kita minta solusi, minta tolong apa saja yang jadi masalah kita dalam hidup ini. Ketika dalam salat membaca surat Al-Fatihah ayat ke-5 ”Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”, artinya “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. Kita minta solusi kepada Allah apa yang kita pikirkan.
Dalam hati kita berkata: ‘Ya Allah hamba memohon seperti yang engkau janjikan, ya Allah hamba persoalan ini berikan hamba solusi”.
Maka apa yang terjadi, ini perjanjian dengan hambaKu jika umatku benar dengan salat saat ini akan saya kabulkan. Ini dicontohkan oleh Nabi Zakaria AS. Jadi, poinnya, salat adalah solusi memecahkan masalah kita.
Selain salat menjadi solusi, sholat juga akan mengubah perilaku kita menjadi orang yang lebih baik. Dalam salat, kita dijauhkan dari perbuatan maksiat dan berbuat dosa. Masya Allah. (*)

